GOWA TALLO NEWS

GOWA TALLO NEWS
Tampilkan postingan dengan label DAERAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DAERAH. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Oktober 2026

Lapangan Sepak Bola Berstandar FIFA Diduduki Warga?, PJ Desa Setia Mekar, Pherry Pebriyanto Lontarkan Klarifikasi

KABUPATEN BEKASI, GOWATALLO NEWS - Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan memiliki inovasi Desa yang sangat luar biasa dan baru pertama ada di Kabupaten Bekasi. Desa tersebut yang kini memiliki lapangan sepak bola berstandar internasional dengan spesifikasinya masuk dalam standar Federation International de Football Association (FIFA).Dimana Stadion tersebut berlokasi di Rt 03/ Rw10, No.43, Kampung Bulu, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada (23/10/2026).

Lapangan yang berada di lahan 10.200 meter ini memiliki kesamaan dengan Lapangan Sepak Bola bertaraf internasional dengan ukuran lapangan 100 x 68 meter persegi.

Selain itu rumput yang digunakan pun sama dengan kebanyakan lapangan sepakbola internasional lainnya, yakni jenis rumput Zoysia Matrella (ZM). Penggunaan rumput Zoysia Matrella ini memiliki kualitas yang sangat baik dengan urutan nomor satu sebagai jenis rumput terbaik untuk lapangan sepak bola.

Sempat ramai diberitakan bahwa sesudah perhelatan Pilkades berlangsung, lapangan sepakbola berstandar FIFA tersebut tidak dapat diakses lagi oleh masyarakat karena telah diduduki oleh oknum warga.

Namun ketika Awak Media menanyakan langsung ke PJ Kades Setiamekar, Pherry Pebriyanto, S.Kom. menegaskan  bahwa, "Tidak benar kabar berita mengenai adanya pendudukan lapangan oleh warga, kami sudah berbicara kepada beberapa fihak yang berkepentingan dilapangan bola tersebut. Dan kami telah memutuskan bahwa pengelolaan lapangan bola kebanggaan kita dikembalikan kepada pengurus yang lama, " ujarnya saat dikonfirmasi Awak Media di ruangannya, (23/10).

Lanjutnya, "Kami juga sudah memerintahkan kepada pengurus untuk kembali bekerja menghijaukan lapangan rumput sesuai standar pengelolaan yang ada, serta mengecat ulang tribun lapangan, dan itu telah dan sudah dilaksanakan, " sambung Pherry.

Ketika ditanyakan apakah warga dapat kembali menggunakan sarana olah raga tersebut.Mebgingat kuatnya animo masyarakat setempat terhadap olahraga Sepak Bola.

" Saya rasa warga sudah bisa memanfaatkan sarana olah raga tersebut. Dan setelah saya pantau memang warga masyarakat sekitar lapangan telah menggunakannya untuk kegiatan jogging pada pagi dan sore hari, " tutur PJ Kepala Desa Setiamekar

PJ Kades Setiamekar juga menambahkan bahwa dirinya secara pribadi telah melaporkan hal tersebut kepada Camat Tambun Selatan, Sopian Hadi terkait persoalan tersebut.

"Beliau memberikan arahan kepada saya selaku PJ Kades Setiamekar agar memastikan pemanfaatan Lapangan Sepak Bola tersebut agar dapat dinikmati secara luas, dan tidak hanya untuk Club Sepak Bola Profesional saja, akan tetapi juga dapat dinikmati oleh seluruh warga di wilayah Tambun Selatan, " ucap Pherry .

"Dan memang harus seperti itu, untuk mewujudkannya saya juga telah memerintahkan kepada pengelola lapangan agar membuat jadwal pemakaian yang terukur dan berkeadilan, agar seluruh jadwal yang telah di buat untuk kepentingan warga sekitar semuanya dapat terpenuhi dengan adil dan merata. " imbuhnya.

Diketahui bahwa, status lapangan bola Desa Setiamekar yang berstandar FIFA ini merupakan bagian dari Tanah TKD Desa Setiamekar. Diharapkan dengan adanya lapangan sepak bola ini dapat memberikan kemajuan dalam hal sosial kemasyarakatan dan ekonomi di Desa Setiamekar.


(Red/ Iwan Joggie) GTN

Sabtu, 10 Oktober 2026

Diduga Menolak Dikonfirmasi Wartawan Jelek, Kadin LH Donny Menghina Pimred Post Keadilan Kimsan Dimuka Umum


KABUPATEN BEKASI, GOWATALLO NEWS — Dugaan penghinaan, pengusiran, dan perlakuan tidak patut terhadap Pemimpin Redaksi media online PostKeadilan, Kimsan Indra Simaremare oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait, berbuntut panjang. Kimsan, yang juga merupakan bagian dari perusahaan pers anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bekasi, secara resmi melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polres Metro Bekasi pada Kamis (8/10/2026). Langkah hukum tersebut ditempuh setelah Kimsan mengaku mengalami perlakuan merendahkan, ucapan bernada penghinaan, hingga pengusiran ketika menjalankan tugas jurnalistik untuk meminta konfirmasi dan klarifikasi kepada Kepala DLH Kabupaten Bekasi.(10/10/2026).

Persoalan tersebut kini menjadi perhatian sejumlah organisasi pers dan komunitas wartawan di Bekasi Raya. Mereka tengah mempersiapkan Aksi Damai Solidaritas Wartawan se-Bekasi Raya pada Kamis, 15 Oktober 2026, di Kantor Bupati Bekasi, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Aksi tersebut direncanakan melibatkan ratusan insan pers dari berbagai media, organisasi profesi, kelompok kerja, forum, dan komunitas wartawan.

Aksi Damai Solidaritas Wartawan Se-Bekasi Raya pada 15 Oktober 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat penghormatan terhadap kemerdekaan pers, meningkatkan profesionalitas komunikasi pejabat publik, dan membangun hubungan yang lebih sehat antara pemerintah daerah dan insan pers.

"Pejabat publik tidak kebal terhadap kritik. Jabatan adalah amanah untuk melayani masyarakat, bukan kedudukan yang memberikan hak untuk merendahkan orang lain. Jika seorang wartawan datang untuk meminta konfirmasi, jawablah dengan data, fakta, dan argumentasi. Jangan membalas pertanyaan jurnalistik dengan perkataan yang merendahkan martabat seseorang," tegas Ketua Koordinator Aksi Damai Solidaritas Wartawan Se-Bekasi Raya, Paulus Simalango, SH, (8/10).

Dalam aksi yang direncanakan berlangsung di Kantor Bupati Bekasi, massa akan menyampaikan tuntutan kepada Plt. Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, agar mengambil langkah konkret terhadap persoalan yang terjadi.

Salah satu tuntutan utama adalah mendesak Plt. Bupati Bekasi, sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan, melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap Kepala DLH Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait.

Peristiwa Tersebut Berawal Dari Konfirmasi Dugaan Tindak Pidana Korupsi

Peristiwa bermula pada Selasa (6/10/2026), ketika sejumlah wartawan mendatangi Kantor DLH Kabupaten Bekasi untuk meminta konfirmasi terkait pemberitaan mengenai laporan dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa di lingkungan dinas tersebut.

Konfirmasi itu dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan tugas jurnalistik untuk memperoleh informasi yang berimbang dan memberikan kesempatan kepada pihak yang diberitakan untuk menyampaikan penjelasan.

Namun, berdasarkan keterangan wartawan yang berada di lokasi, situasi yang semestinya menjadi ruang komunikasi profesional antara pejabat publik dan insan pers justru berujung pada perselisihan.

Dalam rekaman video yang beredar, Kepala DLH Kabupaten Bekasi diduga melontarkan sejumlah perkataan bernada merendahkan kepada Kimsan Indra Simaremare.

Peristiwa tersebut kemudian memicu reaksi dari kalangan wartawan karena dinilai berpotensi mencederai etika komunikasi pejabat publik dan penghormatan terhadap profesi jurnalistik.

Kesaksian Wartawan di Lokasi

Salah seorang wartawan yang menyaksikan peristiwa tersebut, Vanaya, memberikan kesaksiannya melalui grup WhatsApp Aksi Damai Wartawan 15 Oktober 2026.

Vanaya menjelaskan bahwa dirinya bersama Jors dari Liputan Berita7 dan Kimsan Indra Simaremare dari PostKeadilan mendatangi Kantor DLH Kabupaten Bekasi untuk meminta keterangan Kepala Dinas mengenai dugaan korupsi yang sebelumnya menjadi pemberitaan.

Menurut Vanaya, mereka terlebih dahulu meminta izin kepada pegawai sebelum dipersilakan memasuki ruangan Kepala Dinas.
Namun, ketika Kimsan hendak masuk, Syafri Donny Sirait disebut melarangnya.

"Kau jangan masuk, mereka aja, kau jangan," ujar Vanaya menirukan perkataan yang diduga disampaikan Kepala DLH.

Ketika salah seorang wartawan menanyakan alasan pelarangan tersebut, Kepala DLH disebut menjawab:

"Suka hatilah, namanya tuan rumah," tegas Syafri Donny Sirait diruangannya.

Vanaya juga mengungkapkan bahwa, sejumlah perkataan yang menurut kesaksiannya dilontarkan langsung kepada Kimsan Indra Simaremare.

"Saya bicara fakta, kau jelek, bau kali badanmu,"ungkap Syafri Donny Sirait."Kepala Dinas kok bahasanya menghina gitu," potong Kimsan Indra Simaremare.""Saya Tidak Menghina Tapi Memang Dia Sudah Hina !!," tandas Syafri Donny Sirait, 

Bahkan, menurut kesaksian tersebut, situasi semakin memanas ketika Kepala DLH diduga melontarkan kata-kata kasar lainnya dan melakukan tindakan mendorong Kimsan agar meninggalkan ruangan.

Dilanjutkan dengan pengusiran Pimred Pos Keadilan yang dilakukan oleh  Kadin LH bersama staffnya mendorong sambil menghisap rokok diruangan ber AC."Kau, pergi kau. Gua tampar kamu!," tukas Syafri Donny Sirait dibantu staffnya yang merokok.

Tak sampai disitu, pengusiranpun berlanjut sampai tangga.Melalui anak tangga tersebut Kadin LH beserta anak buahnya terus memaksa Pimred Pos Keadilan bersama tim untuk pergi dari kantornya seraya berkata kasar.

"Kau bicara hukum tapi kau tidak mengerti aturan hukum," kata Syafri Donny Sirait,"Lain kali kalau kemari yang rapi sikit."

"Aku bicara baik-baik dengan kau, kau usir aku," kata Kimsan Indra Simaremare

"Heh Tolol  enggak ada hubungannya dengan abang saya...Bego," tegas Syafri Donny Sirait setengah berteriak seraya lambaikan tangan dan kasih ciuman perpisahan.

Kesaksian tersebut menjadi salah satu informasi yang perlu diperiksa secara objektif oleh pihak berwenang, termasuk melalui pemeriksaan rekaman video, keterangan para saksi, dan klarifikasi pihak terlapor.

Pemimpin Redaksi Post Keadilan Resmi Tempuh Jalur Hukum
Merasa dirugikan atas peristiwa tersebut, Kimsan Indra Simaremare memilih menempuh mekanisme hukum dengan membuat laporan polisi di Polres Metro Bekasi.

Laporan itu tercatat dengan nomor: LP/B/2576/X/2026/SPKT/POLRES METRO BEKASI/POLDA METRO JAYA. Laporan dibuat pada Kamis, 8 Oktober 2026, pukul 17.33 WIB.

Pelaporan tersebut merupakan langkah untuk meminta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan terhadap dugaan perbuatan yang dialami Kimsan.

Pidana Penjara Mengintai Kadin LH Kabupaten Bekasi

Terpisah, Wakil Ketua Bidang Organisasi SMSI Kabupaten Bekasi mengemukakan terkait persoalan tersebut yang menyangkut terhadap  anggotanya.

"Post Keadilan dibawah kepemimpinan Kimsan Indra Simaremare adalah terdaftar sebagai anggota kami dari SMSI Kabupaten Bekasi. Dalam Pasal 8 UU Nomor 40/1999 tentang Pers memang menyatakan wartawan mendapat perlindungan hukum dalam melaksanakan profesinya, dan Peraturan Dewan Pers Nomor 1/Peraturan-DP/III/2013 juga memasukkan penghinaan, kata-kata merendahkan, dan upaya menghalangi kerja wartawan sebagai bentuk kekerasan non-fisik." ujar Irwan Awaluddin SH yang juga sebagai CEO dari Media Hukum Indonesia serta sejumlah Media Cyber lainnya yang tergabung dalam Sekber Media Online saat diminta tanggapannya oleh Awak Media diruangannya, (10/10/2026).

Lanjutnya," Upaya mengkonfirmasi yang dilakukan oleh anggota kami Kimsan Indra Simaremare adalah demi memenuhi Cover Both Side (atau keberimbangan). Dimana hal tersebut adalah prinsip jurnalistik yang mewajibkan wartawan menyajikan informasi dari dua sudut pandang atau pihak yang terlibat, terutama dalam peristiwa yang mengandung konflik."

Ia juga menekankan bahwa, Pejabat publik yang menolak dikonfirmasi oleh jurnalis/wartawan dan justru balik menyerang secara verbal, fisik, maupun intimidasi dapat dijatuhi sanksi pidana kurungan, denda materiil, hingga sanksi disiplin ASN.

"Tindakan menyerang jurnalis saat bertugas tidak hanya melanggar hukum pidana umum, tetapi juga merupakan pelanggaran berat terhadap kemerdekaan pers yang dilindungi negara," tegasnya.

Berdasarkan Pasal 18 ayat (1) UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kerja jurnalistik (termasuk mencari informasi dan konfirmasi).

"Diancam dengan Pidana Penjara paling lama 2 (dua) tahun, dengan  denda paling banyak Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah). Pejabat publik melekat pada kewajiban menyediakan informasi yang transparan. Berdasarkan Pasal 52 UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), badan publik atau pejabat yang sengaja tidak menyediakan atau menghambat informasi publik yang wajib diumumkan dapat dikenakan:juga Pidana Kurungan paling lama 1 (satu) tahun. Dengan denda paling banyak Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah)," tutur Irwan.

Desak Plt Bupati Periksa Kesehatan Kadin LH Dan Tindak Preventif

"Prilaku kekerasan verbal menyerang fisik dari Kadin LH Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait terhadap wartawan tidak bisa dibiarkan oleh pihak Pemkab Bekasi. hal tersebut dapat menjadi preseden buruk bagi citra dan cermin Pemkab Bekasi itu sendiri, sebagai Pemerintah Daerah yang santun dan berintegritas. Sebab bagaimanapun juga DLH adalah bagian dari Pemkab Bekasi dibawah kepemimpinan dr.Asep Suryaatmaja selaku Plt Kabupaten Bekasi," bebernya.

"Terkait akan hal yang patut diduga mulai sangat mengkhawatirkan bagi kesehatan Kadin LH, Syafri Donny Sirait yang berprilaku "Out of Control" tersebut yang dapat terindikasi gejala awal. Kita mengetahui hal itu saat dialami oleh Kimsan Indra Simaremare, mana tahu dialami juga oleh semua karyawan dalam Dinas tersebut dan bahkan dalam rumor yang berkembang di lapangan bahwa prilaku tersebut sudah melekat dalam diri Syafri Donny Sirait dalam kepribadiannya. Sebab bukan tanpa alasan kami mengutarakan hal itu berdasarkan konfirmasi baik namun dibalas dengan caci makian dengan ujaran kebencian, seperti pepatah mengatakan bahwa,"Air Susu Dibalas Dengan Air Tuba"," terangnya.

'Untuk itu kami dari SMSI mendesak Plt Bupati Bekasi, dr.Asep Surya Atmaja yang juga sebagai dokter dapat bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi untuk segera memeriksa kesehatan mental dari Kadin LH, Syafri Donny Sirait serta melibatkan Satpol PP sebagai tindakan preventif untuk mengamankannya sebelum mulai berkembang lebih jauh dengan menimpuki kendaraan bermotor yang lalu-lalang di area Pemda Bekasi, sebab pepatah mengatakan bahwa,"Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati"....begitulah kura-kura," pungkas Wakil Ketua Bidang Organisasi SMSI Kabupaten Bekasi, Irwan Awaluddin SH.

Diketahui bahwa, Tindakan preventif adalah segala bentuk upaya atau langkah proaktif yang dilakukan sebelum suatu masalah, pelanggaran hukum, atau gangguan terjadi. Tujuannya adalah mengantisipasi risiko, menghilangkan faktor penyebab, dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.



(Red/Iwan Joggie) GTN

Selasa, 15 September 2026

Kampanye Digelar Cakades Jejalen Jaya Nomor Satu, Mikaja O'an : Layanan Cepat, Kesehatan Dekat Dan Pendidikan Maju


KABUPATEN BEKASI, GOWATALLO NEWS - Calon Kepala Desa (Cakades) Jejalen Jaya nomor urut satu, Mikaja O'an beserta Tim Sukses menggelar kampanye Pilkades terjadwal, pada Selasa (15/9/2026) pagi pukul 8:00 hingga selesai di seantero Desa Jejalen Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Terpantau antusias para pendukung Cakades nomor urut satu sangat kuat. Terbukti membludaknya para pendukung dan simpatisan yang hadir dalam kegiatan kampanye tersebut, dengan menggunakan atribut kaos putih ditambahkan kerudung biru bagi para pendukung wanita."Nomor satu, menang..menang..menang, Mikaja menang..menang..menang," ujar para pendukung berteriak seraya berjalan beriringan dalam kampanye tersebut."Pilih Pemimpin yang bisa dipegang omongannya..pilih nomor satu," sahut para pendukung lainnya berteriak.

Kegiatan kampanye berjalan lancar aman dan kondusif. Tampak pihak Panitia Pilkades beserta jajaran, Ketua BPD beserta anggota, Babinsa, Babinkamtibmas dan pihak Linmas Desa Jejalen Jaya turut mengawal jalannya Kampanye Pilkades nomor urut satu, Mikaja O'an.

Kampanye dimulai dari pintu gerbang perum Villa II yang dimulai Selasa pagi pukul 8:00 WIB langsung keliling Desa Jejalen Jaya dan kembali ke Villa II siang hari. Acara dilanjutkan setelah makan siang bersama dengan penyampaian pidato Calon Kepala Desa dan Tim Sukses di panggung yang telah dipersiapkan. Dihadapan ratusan pendukungnya Cakades dan Tim Sukses meminta agar para pendukungnya mencoblos nomor urut satu, Mikaja O'an pada 20 September 2026 mendatang di TPS, "Jangan lupa coblos nomor satu, Mikaja O'an di TPS," kata mereka. kemudian acara kampanye tersebut diakhiri dengan bersuka ria bersama diiringi musik yang telah disediakan Tim Sukses.

Dalam keterangannya Cakades Jejalen Jaya nomor urut satu mengatakan bahwa, "Alhamdulilah kampanye berjalan lancar berkat semuanya yang mendukung saya baik dari keluarga, Tim Sukses serta para relawan dan pendukung serta simpatisan," ujar Cakades MIkaja O'an.

Ditanyakan tentang Visi kedepan dalam membangun Desa?

"Visi saya membentuk Desa Cerdas, Sehat, Melayani dan Pembangunan Berkelanjutan," terangnya.

"Dengan program unggulan ; Pelayanan Cepat, Pendidikan Maju dan Pelayanan Kesehatan Dekat. Namun program prioritas kami terkendala bangun Puskesmas tapi lahan Fasos Fasum perumahan belum diserahkan developer ke Pemkab Bekasi, ungkapnya.

Ia juga menawarkan solusi tegas dan terukur terkait persoalan Fasos-Fasum Perumahan yang belum di serah terimakan ke pihak Pemerintah Daerah.

"Kami akan membentuk Satgas PSU: Data semua perumahan yang mangkir serah terima.Kami berupaya untuk menekan Developer dengan panggilan resmi, mediasi bersama Disperkim dan Dinkes Kabupaten Bekasi. Sesuai Permendagri No.9/2009.Kawal berkas sampai jadi aset Pemkab dan masuk anggaran pembangunan Puskesmas.Sambil menunggu, lobi pinjam pakai lahan untuk Pustu Sementara," paparnya.

"Saya menargetkan Tahun ke-2-3 Lahan Clear, Tahun ke-3-4 Puskesmas dapat beroperasi, dan saya optimis dapat memenangkan Pilkades Jejalen Jaya kali ini," pungkas Cakades nomor urut satu, Mikaja O'an.





Sabtu, 12 September 2026

Kinerja Panitia Pilkades Satriajaya Dinilai Cakades N.Jamaluddin Diskriminatif, Mujahidin : Pilkades Bukan Politik, 250 Ribu Kebawah Bukan 'Money Politic!'


KABUPATEN BEKASI, GOWATALLO NEWS - Sungguh memalukan, nasib naas menimpa Tim Panitia Pilkades Satriajaya dibawah pimpinan Mujahidin saat melakukan kunjungan monitoring pada Cakades nomor urut dua. Dimana seyogyanya disambut hangat alih-alih justru menuai semprotan manis-manis pedas bertekanan tinggi dan tamparan keras ucapan dari Cakades Nyampe Jamaluddin beserta Tim Sukses dan para pendukungnya terkait kinerja yang dinilai tebang pilih dan tidak profesional serta proporsional di kediaman Cakades nomor urut 02 di Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (12/9/2026) siang. 

Semprotan bertekanan tinggi tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya Cakades nomor urut dua, Nyampe Jamaluddin Spd beserta Tim Sukses dan para pendukung merasa dirugikan oleh prilaku pihak Panitia Pilkades Satriajaya yang dinilai tebang pilih dan terlalu mendiskreditkan serta  mengkucilkan pihak Cakades nomor urut 02, serta dianggap tidak adanya rasa keadilan sehingga menimbulkan luapan amarah yang ditujukan pada Ketua Panitia Pilkades Satriajaya, Mujahiddin beserta anggota. 

Kejadian tersebut disaksikan oleh pihak Desa Satriajaya, Plt H Kayat beserta jajaran, Ketua BPD, H Kamaluddin beserta anggota dan Babinsa Erik dan M Sodik yang turut mengawal kehadiran Panitia Pilkades dalam kunjungan ke kediaman Cakades nomor urut 02, Nyampe Jamaluddin Spd. 

Hal tersebut bermula saat Cakades nomor urut 02 mengutarakan kekecewaannya atas kinerja Panitia Pilkades Satriajaya dalam melakukan Tugas Pokok dan Fungsinya (Tupoksi) yang dinilainya tebang pilih. 

"Kami juga menekankan kepada seluruh Panitia, BPD dan disini ada Plt pak lurah, ada Babinsa, Bimaspol jangan hanya kami yang ditekan tetapi seluruh Calon berikut simpatisannya untuk menjaga kondusifitas, untuk menjaga keamanan dengan damai. .itu yang kami harapkan, karena yang menentukan Desa Satriajaya besok ketika kampanye, " ujar Nyampe Jamaluddin Spd. 

Lanjutnya, " Jika rusak kampanye maka rusaklah Desa Satriajaya. Tapi jika besok kondusif semuanya insyaallah, sampai siapapun akan kondusif Desa Satriajaya, mungkin hanya itu yang saya sampaikan, " tutupnya. 

Sementara exKadus Mardan mempersoalkan tentang titik kampanye berikut beberapa item aturan yang dinilainya ada kejanggalan Namun semua itu dijawab oleh Ketua Panitia, Mujahidin dan para Babinsa yang hadir dalam perdebatan itu. 

Disisi lain Tim Sukes untuk wilayah Rw 09 mempertanyakan terkait mengenai Rt maupun Rw yang menjadi KPPS sehingga netralitas pihak Panitia Pilkades di pertanyakan terkait perekrutan anggota KPPS yang menginginkan di laksanakan secara independent.

"Kami bertanya, Panitia KPPS Disetiap Rw apakah tidak termasuk Perangkat Desa?, yaitu dimana di Rw 9 ini Panitia KPPS itu terdiri dari Ketua Rw beserta Rt-Rt yang total jumlahnya sembilan orang.. nah ini dia, pertanyaan kita àdalah apakah boleh didalam KPPS ini Panitianya adalah pengurus daripada Rw ataukah dari pihak independen yaitu warga masyarakat sendiri yang di bentuk?, " tanya H Rusnanta.

Kinerja Panitia Pilkades Satriajaya Dinilai Tidak Profesional Dan Proporsional

"Menyambung yang dibilang p H Rusnanta, yañg kami ketahui kalau perangkat Desa itu harus netral. Dan kebetulan ditempat saya itu Ketua KPPSnya adalah Rw sendiri dan Rw sendiri ini bukan yang dipilih oleh warga (Disambut Aplaus Emak-emak yang hadir dilokasi-Red). Jadi yang kami pertanyakan kenetralannya ini yang kami pertanyakan. Jadi Ketua KPPS ini dia adalah Rw dan bukan dipilih warga tapi dipilih Kepala Desa (Asta Razan-Red). Jadi yang kami pertanyakan pihak Panitia itu harus Netral.. kalau saya melihatnya dari sisi mana ini jadinya kalau Panitianya tidak netral, itu yang saya pertanyakan kepada Ketua Panitia, "tegas Gultom. 

Lanjutnya, " Dan disini di Rw sembilan itu hampir semuanya pengurus Rw, Rt itu yang menjadi Panitia KPPS. Jadiini saja yang kami pertanyakan kepada Panitia dari Pusat yang dari Desa, " tandasnya denhan nada tinggi seraya disambut ucapan pata Emak-emak "Panitia pembohong, Panitia jangan main-main ya, Panitia kerja yang bener" teriak mereka. 

Ketua Panitia Pilkades menjawab, " Selama dia tidak menjadi Tim dari salah satu calon dan menunjukkan netralitasnya sah-sah saja menjadi Ketua KPPS di Pemilihan Kepala Desa. Kalau memang dia terbukti menjadi Tim daripada salah satu calon dan tercatat di kami kepanitiaan srcara otomatis dilarang, tidak boleh tetapi harus ada laporannya. Sampai saat ini cuma ngomong tidak secara tertulis, kami perlu bukti. Apabila terbukti maka kami akan diskualifikasi, " tutur Ketua Panitia Mujahidin. 

Panitia Pilkades Tak Menjamin Netralitas

"Bapak bisa menjamin tidak kenetralannya kalau yang seperti itu? " tanya Gultom, "Saya tidak bisa menjamin pak, sebab saya tidak tahu persis orang tersebut, yang tau persis orang wilayah tersebut, " jawab Mujahidin. "Maksud sayakan gini pak, karena yang saya tau aparat Rt maupun Rw kan harus netral. Yang bisa menjamin kalau Rt dan Rw yang dipilih warga .. nah tapi yang Rw kami ini bukan pilihan warga tapi pilihan Kepala Desa Incumbent, " tukas Gultom meradang. "Saya jawab nih enggak usah melebar. Yang namanya Ketua Rt dan Rw yang mendukung salah satu calon, kalau kita meributkan satu.. buanyak Rt-Rw yang mendukung salah satu calon yang disini, disono termasuk semua, "ungkap Mujahidin. 

"Bukan itu yang saya tanya, mendukung itu hati dibilik TPS nya itu,  kalau masalah pilih memilih itu. Kita juga enggak tau disini juga siapa yang dipilihnya, hanya bilik TPS yang tau dengan diri sendiri. Cuma kan karena bapak Ketua Panitia. Panitia Desa juga kepanjangan dari Panitia di KPPS itu yang saya pertanyakan. Jadi artinya karena kita mengetahui, melihat dan mendengar  bahwa aparat di Rt-Rw itu harus netral, "ujar Gultom. 

Panitia Pilkades Satria Jaya Dianggap Lakukan Pembiaran

"Nah maksud saya, kenapa sih musti harus Ketua Rt dan Rw menjadi Ketua KPPS dan anggota sedangkan kita banyak yang mencalonkan untuk menjadi perangkat di KPPS. Artinya saya melihat kenetralan itu dari logika manapun, dari sisi manapun saya enggak bisa ambil karena dia (Rt dan Rw-Red) bukan pilihan warga tapi dia yang menjadi Ketua KPPS nya. Jadikan yang saya dengar begini kata Rw, "Quota untuk KPPS sudah tidak ada ! ", ya berartikan dia sendiri yang mau menjadi Ketua KPPS, itu yang kita pertanyakan dan anggotanya ya Rt-Rt.. itu yang kita pertanyakan?. Tapi menurut saya kalau memang netral dia sebagai Rw tidak akan mungkin mau di KPPS, pasti warganya yang disuruh.. banyak yang pintar di warga kami pak.Mangkanya kami pertanyakan karena bapak Panitia Pusat apakah bapak bisa menjamin ke netralan nya dan hal seperti ini (Pembiaran-Red) yang kami sebenarnya sangat kami sayangkan, mangkanya kami pertanyakan sama Panitia Pusat (Kinerja Panitia Pilkades-Red), "beber Gultom.

Ketua Panitia : Pilkades Bukan Politik, Sogok 250 Ribu Kebawah Bukan "Money Politic! "

" Kalau warganya kira-kira pada setuju gak? " tanya Mujahidin, "Kalau ini kan setuju enggak setuju, orang ini sudah dibentuk (sontak emak-emak berteriak, " Ini gimana Panitia Ora Mudeng! "), kalau saya jujur tidak setuju, " tandas Gultom, "Bikin laporan, kasih ke saya nanti akan kita tindak lanjuti walaupun sudah dilantik akan ditindak lanjuti," jawab Mujahidin. 
Pilkades Bukan Politik, Kasih Uang Dibawah 250 Ribu Bukan "Money Politik! "
Ketua Panitia Pilkades Satria Jaya juga menyatakan bahwa, bagi-bagi uang dibawah 250 ribu itu bukan termasuk kategori Money Politik dan Pilkades bukan Pemilihan Politik kecuali Legislatif. 

" Kalau diatas 250 ribu itu dikatakan "Money Politic" kalau dibawah bukan , kalau diatas limaratus (Rp 500 ribu-Red) kasihin saya... faham ya. Yang namanya Pemilihan Kepala Desa itu bukan pemilihan politik.. bukan, kecuali Legislatif emang ada Partai Politik, kalau pemilihan Kepala Desa apa Partainya? gak ada, " tegas Ketua Pilkades Satriajaya, Mujahidin.

"Emang ada aturannya diatas 200 ribu itu enggak boleh, kira-kira calon kuat gak bagi 500 ribu?...kalau cepe buat jajan gak apa-apa yang penting aman dan kondusif aja, "pungkasnya.


Rabu, 09 September 2026

Desa Satria Jaya Gelar Penetapan Nomor Urut Dan Calon Kepala Desa, Tim Panitia : Semua Berjalan Lancar Dan Kondusif


KABUPATEN BEKASI, GOWATALLO NEWS - Desa Satria Jaya menggelar kegiatan penetapan Calon Kepala Desa (Cakades dan penetapan nomor urut para kandidat Calon Kepala Desa (Cakades) Periode 2026 - 2034 di halaman depan Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, pada (9/9/2026) pagi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Panitia beserta Tim, Perwakilan Desa Satria Jaya beserta Jajarannya, Tim Monitoring Kecamatan Tambun Utara, para Kandidat Calon Kepala Desa beserta keluarga dan Tim sukses serta para pendukung dan simpatisan, Karang Taruna, Babinsa dan Bimaspol.

Dalam kegiatan tersebut pihak Panitia Pilkades membatasi tamu undangan yang hadir didalam halaman Desa Satria Jaya. Hanya kandidat, keluarga dan Tim sukses berjumlah sepuluh orang yang dipersilahkan untuk masuk pada halaman Desa Satria Jaya, sedangkan sisanya yang berjumlah puluhan orang dari titp-tiap kandidat yang turut mengawal kehadiran para kandidat ditempatkan diluar halaman Desa Satria jaya guna menjaga ketertiban serta kelancaran jalannya kegiatan tersebut.

Acara diawali dengan penyampaian dari Ketua Panitia Pilkades, Mujahidin terkait mekanisme penetapan dan pengambilan nomor urut berdasarkan undian yang dilakukan pihak Panitia Pilkades Satria Jaya yang juga di pandu oleh Iwanuddin SH selaku Keynot Speaker dalam acara tersebut.

"Kami berharap dan meminta agar semua yang hadir dapat menahan diri agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan kondusif," ujar Ketua Panitia Pilkades Mujahidin, (9/9/2026).

Acara dilanjutkan dengan pembacaan tata tertib yang dipandu oleh Keynot Speaker, Iwanuddin.Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan fakta integritas.

Ucapan janji dan sumpah para Kandidat Calon Kepala Desa dipandu oleh Ketua BPD Satria Jaya, H MS Kamaluddin.S.AP. M.Si.yang selanjutnya dilakukan pengambilan dan penetapan nomor urut bagi para Calon Kepala Desa yang siap bertanding dalam Kontestasi Pilkades Satria Jaya 2026.

Hasil dari pengundian tersebut, Incumbent Asta Razan meraih nomor urut satu, Cakades Nyampe Jamaluddin mendapatkan Nomor Urut Dua dan H Bongkan meraih nomor urut Tiga sedangkan Cakades Tata mendapatkan nomor urut Empat.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan swa foto bersama para Kandidat beserta para Panitia Pilkades, BPD, Perwakilan Desa dan Tim monitoring Kecamatan Tambun Utara, Babinsa dan Babinkamtibmas.Dimana selanjutnya pengaturan para Kandidat beserta keluarga, Tim sukses dan para pendukung pulang secara bergiliran sesuai dengan nomor urut yang mereka dapatkan.

Dalam keterangannya pihak Panitia Pilkades satria Jaya diwakili oleh Keynote Speaker Iwanuddin SH.

"Alhamdulilah, kegiatan Penetapan Calon Kepala Desa (Cakades) dan Penetapan nomor urut Calon Kepala Desa (Cakades) berjalan dengan lancar, aman dan kondusif," katanya. 

"Ini semua berkat kerjasama Tim kepanitiaan, BPD, pihak Desa Satria Jaya, babinsa dan babinkamtibmas yang bekerja sesuai dengan Tupoksinya masing-masing yang sudah dirapatkan sebelumnya oleh Tim Panitia Pilkades. Tentunya kami berharap juga kepada para kandidat agar tetap mengedepankan dan menjaga kondusifitas dalam masa kampanya dengan memberikan himbauan kepada para pendukung masing-masing agar tertib dan taati aturan yang telah disepakati," pungkas Keynote Speaker, Iwanuddin SH.





Kamis, 13 Agustus 2026

Pererat Silaturahmi Dan Minta Do'a Restu, Calon Kades Lambang Sari, Tuti Elawati Bersama Pasukan Laskar Juang Lakukan 'Blusukan Door To Door' Menyapa Warga


KABUPATEN BEKASI, GOWATALLO NEWS  - Calon Kepala Desa (Cakades)  Lambang Sari 2026-2034, Tuti Elawati Bersama "Pasukan Laskar Juang Tuti Elawati" melakukan kegiatan "Blusukan Door To Door" dengan anjangsana ke kediaman para warga di Rw 01 dan RW 03, Kampung Kali Jambe, Desa Lambang Sari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (13/8/2026). 

‎Diiringi puluhan Pasukan Laskar Juang, Tuti Elawati menelusuri tiap gang menyambangi para warga.Terpantau  antusias para warga RW 01 dan 03 beserta para tokoh masyarakat dalam menyambut kedatangan Calon Kepala Desa (Cakades) Lambang Sari 2026 di lokasi kegiatan. 

Selain mempererat tapi silaturahmi dan permohonan Do'a restu serta dukungan dari masyarakat. Tuti Elawati juga menyempatkan diri untuk melakukan Ziarah ke tempat para leluhurnya. 

‎Ato warga Rt 03-Rw 01 menegaskan dukungan penuh terhadap Calon Kades, Tuti Elawati. 

‎" Oh ya tentulah saya dukung Ibu Tuti, " ucapnya. 

‎Hal tersebut juga diutarakan oleh Marlina dengan irama yang sama.Mendukung sepenuhnya Tuti Elawati menjadi Kades Lambang Sari Periode 2026 - 2034.

‎Tak mau kalah dengan yang lainnya, mantan Ketua Rt 03, Ari juga mengungkapkan bahwa, berdasarkan pengalaman dan track record yang dimiliki Calon Kepala Desa (Cakades) Lambang Sari, Tuti Elawati. Ditegaskannya bahwa sudah sepatutnya Tuti Elawati menjabat sebagai Kepala Desa Lambang Sari. 

‎"Sudah sepatutnya menjabat sebagai Kepala Desa di Lambang Sari, beliau telah menjabat sebagai Ketua BPD dan sebelumnya juga lama di Desa menjabat berbagai jabatan. Jadi seharusnya sudah pantas mencalonkan diri untuk menjadi Kepala Desa di Lambang Sari. Dan saya optimis Tuti Elawati dapat memenangkan Pilkades Lambang Sari... pasti menang dan harus menang, " ujar Ari. 

‎Tokoh masyarakat setempat, Usman juga mendukung sepenuhnya pencalonan Tuti Elawati untuk menjadi Kepala Desa Lambang Sari. 

‎"Bagus.. semuanya bagus dan harus di isi dengan putra daerah, ini kan sedang kompetisi.. siapapun yang menang saya berharap gak ada gontok-gontokan.. cuman mudah-mudahan bu Tuti diberikan kemudahan dalam mencalonkan menjadi Kepala Desa di Lambang Sari dan Saya mendukung sepenuhnya, " tandas Usman. 

‎Tokoh masyarakat lainnya juga menilai bahwa pencalonan Tuti Elawati sebagai Kepala Desa Lambang Sari sangat bagus sekali. 

‎"Sangat bagus.. kalau dibandingkan dengan calon lainnya InsyaAllah ini "Is The Best",  saya yakin dan sepenuhnya mendukung dengan semua orang yang berada dibawah naungan saya, " kata Dirga seraya acungkan jempol. 

‎Senada dengan lainnya,  Tokoh Masyarakat sepuh lainnya juga mendukung Pencalonan Ibu Tuti Elawati sebagai Kepala Desa Lambang Sari. 

‎"InsyaAllah saya dukung... saya percaya dan pasti menang, " ujar Kong Miran. 

‎Selain itu Tokoh masyarakat dari kaum Perempuan Syarofah, istri dari Pak Handoyo juga menyatakan dukungannya. 
‎
‎"Menurut saya bagus sekali, ini orang sudah berpengalaman lama dan kerja di Desa bagus. Jadi menurut saya layak menjadi Kepala Desa dan saya sekeluarga mendukung penuh, Mudah-mudahan di kabul Allah dan mendukung bersama tim-tim saya, " tegasnya seraya mengucapkan yel-yel, "Tuti Elawati menang.. menang.. menang! ".secara bersamaan penuh semangat. 
‎
‎Warga setempat lainnya, Ani dan Vina juga menegaskan atas dukungannya terhadap pencalonan Tuti Elawati sebagai Kepala Desa Lambang Sari. 
‎
‎"Insyaallah kami mendukung sepenuhnya, memang tetangga... tau kecilnya. Insyaallah layak menjadi Kepala Desa Lambang Sari. Insyaallah saya mendukung sepenuhnya, " ucap mereka, Ani dan Vina. 
‎
‎Tuti Alawiyah warga Rw lainnya dan Nurbaiti juga mendukung pencalonan Tuti Elawati. 
‎
‎"Orangnya baiiiik sekali sama saya. Sudah menganggap orang tua sendiri.. dah gitu aja. Saya yakin kalau memimpin Desa Lambang Sari.... Wuiiih Mantep, " terang Tuti Alawiyah seraya angkat jempol dua tangan. 
‎
‎Sedangkan Nurbaiti mengatakan, "Bagus aja, "katanya, Ditanyakan Ibu mendukung?, " Dukung lah... sekeluarga kita mendukung... orangnya merakyat, sama orang-orang juga banyak kenal".
‎
‎Warga lainnya yang baru mengenal dan berjumpa dengan Calon Kepala Desa Lambang Sari mengungkapkan bahwa, " Kalau saya sih kan kebetulan baru tau dan baru ketemu... cuman kelihatannya sih orangnya amanah. Mudah-mudahan amanah bisa menjalankan amanah rakyat selurus-lurusnya. Saya optimis untuk mendorong Ibu Tuti Elawati menjadi Kepala Desa Lambang Sari, " ungkap Bu Yola. 
‎
‎Tuti Elawati Mohon Do'a Restu Dan Dukungan Dari Seluruh Warga Desa Lambang Sari Dan Panitia Berlaku Jujur, Adil Serta Transparan


‎Sementara  dalam keterangannya Calon Kepala Desa (Cakades) Lambang Sari asal Wareng Kali Jambe mengatakan bahwa, 
‎
‎"Alhamdulilah hari ini kita silahturahmi di kedua wilayah Rw. Di Rt 03/Rw 01 dan Rt 03/Rw 03. Karena memang wilayahnya nyambung,  jadi kita silahturahmi nya Door to door dua wilayah tersebut. Alhamdulilah mulai dari jam 10 pagi sampai tadi pukul 16:30 selesai. Dan sambutan dari masyarakat alhamdulilah luar biasa dan kami ucapkan Terima kasih yang tak terhingga buat seluruh masyarakat yang ada di Rt 03/Rw 01 dan Rt 03/Rw 03 atas sambutannya untuk saya sebagai calon Kepala Desa Lambang Sari. Atas Do'a restu dan dukungannya ke saya tanggal 20 September 2026  Pilkades Tuti Elawati menang dalam kontestasi Pilkades Desa Lambang Sari... Amin ya robbal alamin, " beber Tuti Elawati kepada wartawan di kediamannya usai kegiatan berlangsung (13/8) Sore. 
‎
‎Ditanyakan tentang keinginan dan harapan dari Calon Kepala Desa Lambang Sari, Tuti Elawati terhadap para pendukung, simpatisan, masyarakat maupun kinerja Panitia Pilkades di Desa Lambang Sari terkait Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026.
‎
‎"Kalau harapan untuk Panitia. Mudah-mudahan Panitia bisa menjalankan tugas-tugasnya sesuai dengan aturan yang berlaku dengan tidak memihak kepada salah satu calon. Dan mudah-mudahan Panitia Jujur, Transparan,  Adil. Karena semuanya juga warga masyarakat Desa Lambang Sari, " ujar Tuti Elawati berharap. 
‎
‎Lanjutnya, " Dan juga harapan saya kepada masyarakat Desa Lambang Sari... kita sama-sama yuk, kita wujudkan Pilkades Desa Lambang Sari ini dengan santun, aman, tertib,  sukses tanpa ada gesekan-gesekan,  tanpa ada perpecahan seperti yang sudah-sudah. . itu harapannya, " tutur Cakades Lambang Sari. 
‎
‎"Karena memang kalau saya sebagai salah satu Calon Kepala Desa . .. siapapun itu adalah masyarakat kita... semua kita rangkul, tidak ada perbedaan. .. tidak ini orang siapa - orang siapa, semua masyarakat kita dan semua saya merangkul dan memohon do'a restu dan dukungan tanpa membanding-bandingkan atau memilih-milih,  semua saya mohon do'a restu dan dukungannya, " pungkas Calon Kepala Desa Lambang Sari, Tuti Elawati. 

Sementara H Mursinin selaku suami menegaskan bahwa, dirinya mendukung sepenuhnya terkait pencalonan istrinya untuk maju dalam kontestasi Pilkades Lambang Sari 2026.

"Saya mendukung penuh istri saya mencalonkan diri untuk menjadi Kepala Desa di Lambang Sari, " tegas H Mursinin penuh semangat di kediamannya. 


‎
‎(Iwan Joggie) GTN

‎

Senin, 03 Agustus 2026

Tegaskan 5 Pilar Strategis NU, Gus Rozin Serukan Penguatan Kemandirian hingga Peran Global Organisasi


BENGKULU, GOWATALLO NEWS  - Sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) terus memperkuat konsolidasi internal sekaligus memperluas kontribusi nyata bagi bangsa dan dunia. Menghadapi dinamika geopolitik, ekonomi, dan sosial yang semakin kompleks, Ketua PWNU Jawa Tengah, K.H. Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), merumuskan lima pilar strategis sebagai arah gerak Jam'iyah NU ke depan.

Kelima pilar tersebut meliputi penguatan konsolidasi warga, kemandirian organisasi, penguatan peran sebagai mitra strategis negara, modernisasi sistem pendidikan, hingga perluasan kiprah NU di tingkat internasional, (3/8/26).

Berikut lima pilar strategis Nahdlatul Ulama yang disampaikan Gus Rozin:

1. Mempererat ukhuwah nahdliyah
Penguatan persaudaraan dan solidaritas antarwarga Nahdliyin (ukhuwah nahdliyah) menjadi fondasi utama organisasi. Keutuhan pemikiran (fikrah) dan gerakan (amaliyah), mulai dari tingkat akar rumput hingga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, merupakan modal penting dalam menjaga kekuatan dan keberlangsungan organisasi.

2. Mewujudkan kemandirian organisasi
NU berkomitmen mengoptimalkan potensi ekonomi serta sumber daya internal warga. Kemandirian finansial dan tata kelola organisasi yang profesional menjadi prioritas agar NU mampu menjalankan misi dakwah, sosial, dan kemanusiaan secara mandiri, berkelanjutan, dan berdampak luas.

3. Mempertegas peran civil society (shohibul hukumah)
Sebagai elemen penting masyarakat sipil, NU memosisikan diri sebagai shohibul hukumah, yakni mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah. NU mendukung kebijakan yang berpihak pada kemaslahatan rakyat, namun tetap menjalankan fungsi kontrol sosial melalui masukan, kritik, dan koreksi yang konstruktif.

4. Membangun sistem pendidikan terintegrasi. NU mendorong percepatan modernisasi lembaga pendidikan, mulai dari pesantren hingga perguruan tinggi. Melalui sistem pendidikan yang terintegrasi, NU memadukan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah, wawasan kebangsaan, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk melahirkan generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global.

5. Memperluas peran dalam tatanan global
Gus Rozin menegaskan bahwa kiprah internasional NU merupakan bagian dari sejarah lahirnya organisasi. Diplomasi Komite Hijaz menjadi bukti nyata peran ulama NU dalam percaturan dunia. Ke depan, NU berkomitmen memperkuat diplomasi perdamaian, membangun kerja sama lintas negara, serta menggemakan nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin di panggung internasional.

Melalui kelima pilar strategis tersebut, Nahdlatul Ulama menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pilar penyangga kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus memperkuat perannya sebagai pelopor perdamaian dan kemanusiaan di tingkat global.


(Prass) GTN

Jumat, 31 Juli 2026

Tertibkan Administrasi Dan Pembukuan Setiap Kelompok Tani, Plt Kades Kimlan Gandeng UPTD Terkait Gelar Pelatihan

KABUPATEN BEKASI, GOWATALLO NEWS - Desa Lambang Jaya menggelar pelatihan Kelompok Tani (Poktan). Dalam rangka penertiban administrasi/ pembukuan pada setiap Kelompok Tani (Poktan), di Aula Desa Lambang Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada (31/7/2026) pagi. 

Hadir dalam kegiatan tersebut Kades  Lambang Jaya, Kimlan Syahroni, Ketua BPD terpilih kembali, Darju Darmawan ST, Pendamping Desa, Agung, Perwakilan Dinas Pertanian Pemkab Bekasi, Endang beserta Jajaran, Ketua Poktan Desa Lambang Jaya beserta anggota, para Kepala Dusun (Kadus), Ketua Rw dan Rt se Desa Lambang Jaya. 
                  
Dalam penyampaiannya Kades Lambang Jaya meñyampaikan. 

"Jadi intinya di Desa Lambang Jaya Pertanian itu manfaatnya Kaleng-kaleng kosong untuk misalnya kita tanem sari atau sawi di Kampung,terkadang orang Lambang Jaya mah ora luguh ngapain begitu mending nibra. Jadi intinya gitu ya jangan jualnya yang penting dimanfaatin disaat kita nyari sampe ludes ge sedapur enak. Jadi tentang ke wilayahan Lambang Jaya itu dari 275 hektar karang barangkali yang sudah menjadi milik Grand Wisata itu hampir 175 h kurang lebih, sisanya ya Lambang Jaya tinggal seratus, " ujar  Kades.

Lanjutnya, " Jadi di wilayah Lambang Jaya itu ada 13 Rw di Klaster- klaster dan 6 Rw di Kampung-kampung. Jadi pengembangan Poktan itu sekarang ini ya memang sangat-sangat sulit.. Barangkali nanti dengan Nara Sumber  tehnis dan pemaparan tentang bertani, bercocok tani karena lahan sempit harus pake apa?, pupuknya apa?, sempretannya apa?.. kan gitu ya?." bebernya. 

Kades meminta agar para Kadus dan yang hadir dalam pelatihan ini agar mengikuti arahan dari Nara Sumber. Dan meminta agar Nara Sumber berikan kemudahan para hadirin untuk memahaminya. 
 
" Tentang pembudidayaan Desa Lambang Jaya yang proyek satu-satunya adalah Grand Wisata. Jadi Kota bukan, Kampung ge bukan, kalau kita masuk ke wilayah Lambang Jaya malu ude kayak Kota. Jadi ude ada Mall, kalau beli makanan uda rupa-rupa.. Sayamah udah ora ngarti dah.. nahbegitu masuk ke Kampung ya masih banyak meninjo ," tambahnya. 

Ia berharap dengan hadirnya Nara Sumber dari Dinas Pertanian Pemkab Bekasi beserta jajarannya dapat memberikan penambahan ilmu bagi para peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut. 

Kerjasama UPTD Dengan Bumdes Dinanti

Sesi berikutnya muncul beberapa pertanyaan dari Ketua BPD terpilih kembali terkait tentang hewan ternak unggas.
"Ada beberapa masalah, yang pertama terkait kesehatan ayam, tiba-tiba mati, tau-tau meler apa penyebabnya dan penanggulangannya seperti apa? , " tanya Ketua BPD Lambang Jaya. 

Lanjutnya, " Yang kedua Pakan, disini harga Pakan meningkat dan harga jual telur merosot, nah ini lama-lama bangkrut, secara produksi sufah enggak nyambung, ini dari ternak ayam, " tutur Darju.

Selain hewan unggas Ketua BPD juga menanyajan mengenai cara penanggulangan ternak ikan yang berjamur terutama pada ikan gurame. 
Ia juga berharap agar Tim Nara Sumber dapat bekerjasama dengan Bumdes terkait Pertanian, Peternakan dan lainnya. 

" Terkait kedepannya bisa tidak bekerjasama dengan Bumdes. Jadi kita kan punya ayàm bertelur hanya pekerjanya semua masih tahap belajar bukan senior. Kalau orang belajarkan kesalahannya banyak , "katanya.

" Saya selaku BPD Lambang Jaya berharap kepada UPTD Dinas terkait yang menangani masalah Pertanian, Peternakan dan Perikanan mohon dapat memberikan bantuannya, "pungkas Ketua BPD Lambang Jaya, Darju Darmawan ST. 

Acara di lanjutkan dengan sesi perkenalan Ketua Team dari Dinas terkait, Ibu Endang yang memperkenalkan anggotanya yang terdiri dari berbagai bidang baik Pertanian, Peternakan dan Perikanan. Dimana selanjutnya pra Nara Sumber memberikan pemaparan dan pelatihan serta edukasi kepada pata hadirin yang hadir dalam kegiatan tersebut. Acara berjalan cukup kondusif  yang diakhiri dengan sesi interaksi dengan para Nara Sumber. 




Rabu, 29 Juli 2026

Tunjukan Kinerja Profesional, Tim Panitia Pilkades Satria Jaya Gelar Pendaftaran Bacakades Berjalan Tertib Dan Kondusif


KABUPATEN BEKASI, GOWATALLO NEWS - Panitia Pilkades Satriajaya menggelar pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa ( Bacalon Kades) Desa Satria Jaya Periode 2026-2034 di Lobi Kantor BPD Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (29/6/7/2026).

Dihari pertama pendaftaran dari jadwal yang ditentukan pendaftaran mulai 28 Juli Sampai Dengan 5 Agustus tersebut, dua kandidat Bacalon Kades mendaftarkan kesiapannya untuk mengikuti kontestasi di hari yang sama dengan waktu berbeda.

Untuk kandidat pertama mendaftar Cakades Nyampe Jamaluddin Spd dari Dusun II dengan jadwal pendaftaran dimulai pukul 8:00 WIB yang hadir berikut para pendukungnya. Sedangkan jadwal pendaftar berikutnya pada pukul 11:00 WIB adalah Cakades, Tata dari Dusun 1juga berikut para pendukungnya.

Acara berjalan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama yang dilanjutkan dengan penyampaian dari Ketua Panitia uang diwakili oleh Wakil Ketua Panitia Iwanuddin SH yang lebih menekankan pada aspek kondusifitas serta kelancaran didalam pemenuhan tahapan-tahapan kegiatan tersebut.

"Saya berharap kepada para pendukung kandidat agar lebih mengutamakan keamanan dan ketertiban agar kondusifitas kegiatan tetap terjaga, " ujar Iwanuddin SH.

Seirama dengan Wakil Ketua Panitia, Perwakilan Kecamatan Tambun Utara, Subadri juga berharap agar kegiatan tersebut berjalan dengan kondusif.

Sedangkan Ketua Panitia menyampaikan tentang Tata -Tertib (Tatib) dalam proses berkampanye termasuk teknis maupun sangsi tegas bagi para Kandidat maupun pendukung Kandidat yang melakukan pelanggaran.

Sementara Ketua BPD Desa Satria Jaya lebih menekankan pada aspek kesiapan keadministrasian dari para Bacalon Kades Satria Jaya agar tertib administrasi.

"Mengenai keadministrasian kita lebih fokus pada ijazah para peserta dalam meverifikasi. Mengingat persoalan tersebut yang lebih krusial dari persyaratan lainnya, " ungkap H MS Kamaluddin.S.AP. M.Si.

Acara berjalan lancar, aman dan terkendali. Para team panitia Pilkades Satria Jaya bekerja secara profesional dengan mengedepankan kondusifitas dalam kegiatan tersebut.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Tamara yang diwakili Sekcam, perwakilan Desa Satria Jaya beserta jajaran, Ketua Panitia beserta team, Ketua BPD anggota, Babinkamtibmas, Babinsa, Para Bacalon Kades beserta para pendukung dan simpàtisan.



Kamis, 21 Mei 2026

Desa Tridayasakti Menggelar Pemilihan BPD Perwakilan Perempuan, Kades Dan Panitia : Siapa Terpilih Harus Amanah!


KABUPATEN BEKASI, GOWATALLO NEWS -Desa Tridaya Sakti mengadakan kegiatan pemilihan calon anggota BPD untuk keterwakilan perempuan dengan kandidat sebanyak Dua orang calon Ety Astuti dengan nomor urut Satu dan Sudarti bernomor urut Dua di aula Desa Tridaya Sakti , Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/5/2026).

Kegiatan berjalan lancar yang dihadiri oleh Kepala Desa Tridaya Sakti beserta jajarannya, Babinsa, Bimaspol, Ketua Panitia beserta anggota, dua kandidat beserta saksi-saksi dan pendukung serta Ketua RW dan RT se Desa Tridaya Sakti.
Dalam keterangannya Ketua Panitia kegiatan mengatakan bahwa, "Alhamdulilah sih lancar-lancar aja , apalagi ibu-ibu mah pagi-pagi juga udah pada kumpul disini, " ujar Endang Supriatna (21/5/2026).

Menurutnya, panitia berkomitmen menjalankan seluruh tahapan pemilihan sesuai aturan yang berlaku demi menciptakan proses demokrasi yang jujur dan adil di tingkat Desa.

“Kami sebagai panitia tentunya ingin memastikan bahwa proses pemilihan anggota BPD perwakilan perempuan ini berjalan transparan dan profesional. Semua calon memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam mengikuti tahapan pemilihan,” bebernya.

Dirinya juga mengajak seluruh calon anggota BPD untuk menjaga situasi tetap kondusif serta mengedepankan persaudaraan selama proses pemilihan berlangsung. Ia berharap momentum pemilihan BPD tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

“Kami mengimbau kepada seluruh calon maupun para pendukung agar tetap menjaga kekompakan dan persatuan masyarakat Desa Tridaya Sakti. Jangan sampai karena perbedaan pilihan justru menimbulkan gesekan di lingkungan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa, anggota BPD nantinya memiliki peran penting sebagai mitra Pemerintah Desa dalam menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat serta mengawal pembangunan Desa.

"Siapa pun yang nantinya terpilih, kami berharap bisa amanah dan benar-benar bekerja untuk masyarakat. BPD memiliki fungsi yang sangat penting dalam Pembangunan Desa dan pengawasan jalannya Pemerintahan Desa,” tandas Ketua Panitia, Endang Supriatna.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Desa Tridaya Sakti mengatakan bahwa, keterwakilan perempuan dalam pemilihan anggota BPD merupakan bentuk Demokrasi murni dalam berpolitik.

"Kalau saya liat pemelihan DPD keterwakilan perempuan ini sangat demokrasi, karena semua calon juga sudah memahami juklak -uklik nya dari Bupati dalam pemilihan keterwakilan perempuan, " ucap Suwardi Wada SH (21/5) disela acara berlangsung. 

Lanjutnya, "Dalam pemilihan ini sudah sesuai dengan apa yang ada sehingga bisa terselenggara dengan baik. Karena dalam pencalonan nya kita sudah adakan ke setiap RW, jadi melalui RW lah untuk para calon-calon DPD yang mendaftarkan diri sebagai calon DPD yang ada dilingkungan wilayah Desa Tridayaya Sakti, " imbuhnya.

Kepala Desa Tridaya Sakti berharap siapapun nanti yang terpilih, mereka wajib dapat memberikan sumbangsih untuk kemajuan Desa. 
 
"Saya berharap Calon BPD yang terpilih bisa memajukan Desa agar lebih baik lagi, karena BPD adalah Mitra Pemerintahan Desa, oleh karena itu BPD harus bisa membangun Desa untuk kedepannya agar lebih baik lagi," Pungkas Kades Tridaya Sakti, Suwardi Wada SH.

Berdasarkan pantauan Awak Media di lokasi kegiatan bahwa, hasil dari Pemilihan Keterwakilan Perempuan dari jumlah suara keseluruhan 64 di menangkan oleh Sudarti dengan jumlah suara 33, sementara pihak yang kalah berjumlah 31 suara untuk Ety Astuti.


(Jlambretta) GTN



POSTINGAN UNGGULAN

Lapangan Sepak Bola Berstandar FIFA Diduduki Warga?, PJ Desa Setia Mekar, Pherry Pebriyanto Lontarkan Klarifikasi

KABUPATEN BEKASI , GOWATALLO NEWS - Desa Setiamekar , Kecamatan Tambun Selatan memiliki inovasi Desa yang sangat luar biasa dan baru perta...