GOWA TALLO NEWS

GOWA TALLO NEWS
Tampilkan postingan dengan label DAERAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DAERAH. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Agustus 2026

Pererat Silaturahmi Dan Minta Do'a Restu, Calon Kades Lambang Sari, Tuti Elawati Bersama Pasukan Laskar Juang Lakukan 'Blusukan Door To Door' Menyapa Warga


KABUPATEN BEKASI, GOWATALLO NEWS  - Calon Kepala Desa (Cakades)  Lambang Sari 2026-2034, Tuti Elawati Bersama "Pasukan Laskar Juang Tuti Elawati" melakukan kegiatan "Blusukan Door To Door" dengan anjangsana ke kediaman para warga di Rw 01 dan RW 03, Kampung Kali Jambe, Desa Lambang SariKecamatan Tambun SelatanKabupaten Bekasi, pada Rabu (13/8/2026). 

‎Diiringi puluhan Pasukan Laskar Juang, Tuti Elawati menelusuri tiap gang menyambangi para warga.Terpantau  antusias para warga RW 01 dan 03 beserta para tokoh masyarakat dalam menyambut kedatangan Calon Kepala Desa (Cakades) Lambang Sari 2026 di lokasi kegiatan. 

Selain mempererat tapi silaturahmi dan permohonan Do'a restu serta dukungan dari masyarakat. Tuti Elawati juga menyempatkan diri untuk melakukan Ziarah ke tempat para leluhurnya. 

‎Ato warga Rt 03-Rw 01 menegaskan dukungan penuh terhadap Calon Kades, Tuti Elawati. 

‎" Oh ya tentulah saya dukung Ibu Tuti, " ucapnya. 

‎Hal tersebut juga diutarakan oleh Marlina dengan irama yang sama.Mendukung sepenuhnya Tuti Elawati menjadi Kades Lambang Sari Periode 2026 - 2034.

‎Tak mau kalah dengan yang lainnya, mantan Ketua Rt 03, Ari juga mengungkapkan bahwa, berdasarkan pengalaman dan track record yang dimiliki Calon Kepala Desa (Cakades) Lambang Sari, Tuti Elawati. Ditegaskannya bahwa sudah sepatutnya Tuti Elawati menjabat sebagai Kepala Desa Lambang Sari. 

‎"Sudah sepatutnya menjabat sebagai Kepala Desa di Lambang Sari, beliau telah menjabat sebagai Ketua BPD dan sebelumnya juga lama di Desa menjabat berbagai jabatan. Jadi seharusnya sudah pantas mencalonkan diri untuk menjadi Kepala Desa di Lambang Sari. Dan saya optimis Tuti Elawati dapat memenangkan Pilkades Lambang Sari... pasti menang dan harus menang, " ujar Ari. 

‎Tokoh masyarakat setempat, Usman juga mendukung sepenuhnya pencalonan Tuti Elawati untuk menjadi Kepala Desa Lambang Sari. 

‎"Bagus.. semuanya bagus dan harus di isi dengan putra daerah, ini kan sedang kompetisi.. siapapun yang menang saya berharap gak ada gontok-gontokan.. cuman mudah-mudahan bu Tuti diberikan kemudahan dalam mencalonkan menjadi Kepala Desa di Lambang Sari dan Saya mendukung sepenuhnya, " tandas Usman. 

‎Tokoh masyarakat lainnya juga menilai bahwa pencalonan Tuti Elawati sebagai Kepala Desa Lambang Sari sangat bagus sekali. 

‎"Sangat bagus.. kalau dibandingkan dengan calon lainnya InsyaAllah ini "Is The Best",  saya yakin dan sepenuhnya mendukung dengan semua orang yang berada dibawah naungan saya, " kata Dirga seraya acungkan jempol. 

‎Senada dengan lainnya,  Tokoh Masyarakat sepuh lainnya juga mendukung Pencalonan Ibu Tuti Elawati sebagai Kepala Desa Lambang Sari. 

‎"InsyaAllah saya dukung... saya percaya dan pasti menang, " ujar Kong Miran. 

‎Selain itu Tokoh masyarakat dari kaum Perempuan Syarofah, istri dari Pak Handoyo juga menyatakan dukungannya. 

‎"Menurut saya bagus sekali, ini orang sudah berpengalaman lama dan kerja di Desa bagus. Jadi menurut saya layak menjadi Kepala Desa dan saya sekeluarga mendukung penuh, Mudah-mudahan di kabul Allah dan mendukung bersama tim-tim saya, " tegasnya seraya mengucapkan yel-yel, "Tuti Elawati menang.. menang.. menang! ".secara bersamaan penuh semangat. 

‎Warga setempat lainnya, Ani dan Vina juga menegaskan atas dukungannya terhadap pencalonan Tuti Elawati sebagai Kepala Desa Lambang Sari. 

‎"Insyaallah kami mendukung sepenuhnya, memang tetangga... tau kecilnya. Insyaallah layak menjadi Kepala Desa Lambang Sari. Insyaallah saya mendukung sepenuhnya, " ucap mereka, Ani dan Vina. 

‎Tuti Alawiyah warga Rw lainnya dan Nurbaiti juga mendukung pencalonan Tuti Elawati. 

‎"Orangnya baiiiik sekali sama saya. Sudah menganggap orang tua sendiri.. dah gitu aja. Saya yakin kalau memimpin Desa Lambang Sari.... Wuiiih Mantep, " terang Tuti Alawiyah seraya angkat jempol dua tangan. 

‎Sedangkan Nurbaiti mengatakan, "Bagus aja, "katanya, Ditanyakan Ibu mendukung?, " Dukung lah... sekeluarga kita mendukung... orangnya merakyat, sama orang-orang juga banyak kenal".

‎Warga lainnya yang baru mengenal dan berjumpa dengan Calon Kepala Desa Lambang Sari mengungkapkan bahwa, " Kalau saya sih kan kebetulan baru tau dan baru ketemu... cuman kelihatannya sih orangnya amanah. Mudah-mudahan amanah bisa menjalankan amanah rakyat selurus-lurusnya. Saya optimis untuk mendorong Ibu Tuti Elawati menjadi Kepala Desa Lambang Sari, " ungkap Bu Yola. 

‎Tuti Elawati Mohon Do'a Restu Dan Dukungan Dari Seluruh Warga Desa Lambang Sari Dan Panitia Berlaku Jujur, Adil Serta Transparan


‎Sementara  dalam keterangannya Calon Kepala Desa (Cakades) Lambang Sari asal Wareng Kali Jambe mengatakan bahwa, 

‎"Alhamdulilah hari ini kita silahturahmi di kedua wilayah Rw. Di Rt 03/Rw 01 dan Rt 03/Rw 03. Karena memang wilayahnya nyambung,  jadi kita silahturahmi nya Door to door dua wilayah tersebut. Alhamdulilah mulai dari jam 10 pagi sampai tadi pukul 16:30 selesai. Dan sambutan dari masyarakat alhamdulilah luar biasa dan kami ucapkan Terima kasih yang tak terhingga buat seluruh masyarakat yang ada di Rt 03/Rw 01 dan Rt 03/Rw 03 atas sambutannya untuk saya sebagai calon Kepala Desa Lambang Sari. Atas Do'a restu dan dukungannya ke saya tanggal 20 September 2026  Pilkades Tuti Elawati menang dalam kontestasi Pilkades Desa Lambang Sari... Amin ya robbal alamin, " beber Tuti Elawati kepada wartawan di kediamannya usai kegiatan berlangsung (13/8) Sore. 

‎Ditanyakan tentang keinginan dan harapan dari Calon Kepala Desa Lambang Sari, Tuti Elawati terhadap para pendukung, simpatisan, masyarakat maupun kinerja Panitia Pilkades di Desa Lambang Sari terkait Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026.

‎"Kalau harapan untuk Panitia. Mudah-mudahan Panitia bisa menjalankan tugas-tugasnya sesuai dengan aturan yang berlaku dengan tidak memihak kepada salah satu calon. Dan mudah-mudahan Panitia Jujur, Transparan,  Adil. Karena semuanya juga warga masyarakat Desa Lambang Sari, " ujar Tuti Elawati berharap. 

‎Lanjutnya, " Dan juga harapan saya kepada masyarakat Desa Lambang Sari... kita sama-sama yuk, kita wujudkan Pilkades Desa Lambang Sari ini dengan santun, aman, tertib,  sukses tanpa ada gesekan-gesekan,  tanpa ada perpecahan seperti yang sudah-sudah. . itu harapannya, " tutur Cakades Lambang Sari. 

‎"Karena memang kalau saya sebagai salah satu Calon Kepala Desa . .. siapapun itu adalah masyarakat kita... semua kita rangkul, tidak ada perbedaan. .. tidak ini orang siapa - orang siapa, semua masyarakat kita dan semua saya merangkul dan memohon do'a restu dan dukungan tanpa membanding-bandingkan atau memilih-milih,  semua saya mohon do'a restu dan dukungannya, " pungkas Calon Kepala Desa Lambang Sari, Tuti Elawati. 

Sementara H Mursinin selaku suami menegaskan bahwa, dirinya mendukung sepenuhnya terkait pencalonan istrinya untuk maju dalam kontestasi Pilkades Lambang Sari 2026.

"Saya mendukung penuh istri saya mencalonkan diri untuk menjadi Kepala Desa di Lambang Sari, " tegas H Mursinin penuh semangat di kediamannya. 



‎(Iwan Joggie) GTN

Senin, 03 Agustus 2026

Tegaskan 5 Pilar Strategis NU, Gus Rozin Serukan Penguatan Kemandirian hingga Peran Global Organisasi


BENGKULU, GOWATALLO NEWS  - Sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) terus memperkuat konsolidasi internal sekaligus memperluas kontribusi nyata bagi bangsa dan dunia. Menghadapi dinamika geopolitik, ekonomi, dan sosial yang semakin kompleks, Ketua PWNU Jawa Tengah, K.H. Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), merumuskan lima pilar strategis sebagai arah gerak Jam'iyah NU ke depan.

Kelima pilar tersebut meliputi penguatan konsolidasi warga, kemandirian organisasi, penguatan peran sebagai mitra strategis negara, modernisasi sistem pendidikan, hingga perluasan kiprah NU di tingkat internasional, (3/8/26).

Berikut lima pilar strategis Nahdlatul Ulama yang disampaikan Gus Rozin:

1. Mempererat ukhuwah nahdliyah
Penguatan persaudaraan dan solidaritas antarwarga Nahdliyin (ukhuwah nahdliyah) menjadi fondasi utama organisasi. Keutuhan pemikiran (fikrah) dan gerakan (amaliyah), mulai dari tingkat akar rumput hingga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, merupakan modal penting dalam menjaga kekuatan dan keberlangsungan organisasi.

2. Mewujudkan kemandirian organisasi
NU berkomitmen mengoptimalkan potensi ekonomi serta sumber daya internal warga. Kemandirian finansial dan tata kelola organisasi yang profesional menjadi prioritas agar NU mampu menjalankan misi dakwah, sosial, dan kemanusiaan secara mandiri, berkelanjutan, dan berdampak luas.

3. Mempertegas peran civil society (shohibul hukumah)
Sebagai elemen penting masyarakat sipil, NU memosisikan diri sebagai shohibul hukumah, yakni mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah. NU mendukung kebijakan yang berpihak pada kemaslahatan rakyat, namun tetap menjalankan fungsi kontrol sosial melalui masukan, kritik, dan koreksi yang konstruktif.

4. Membangun sistem pendidikan terintegrasi. NU mendorong percepatan modernisasi lembaga pendidikan, mulai dari pesantren hingga perguruan tinggi. Melalui sistem pendidikan yang terintegrasi, NU memadukan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah, wawasan kebangsaan, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk melahirkan generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global.

5. Memperluas peran dalam tatanan global
Gus Rozin menegaskan bahwa kiprah internasional NU merupakan bagian dari sejarah lahirnya organisasi. Diplomasi Komite Hijaz menjadi bukti nyata peran ulama NU dalam percaturan dunia. Ke depan, NU berkomitmen memperkuat diplomasi perdamaian, membangun kerja sama lintas negara, serta menggemakan nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin di panggung internasional.

Melalui kelima pilar strategis tersebut, Nahdlatul Ulama menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pilar penyangga kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus memperkuat perannya sebagai pelopor perdamaian dan kemanusiaan di tingkat global.


(Prass) GTN

Jumat, 31 Juli 2026

Tertibkan Administrasi Dan Pembukuan Setiap Kelompok Tani, Plt Kades Kimlan Gandeng UPTD Terkait Gelar Pelatihan

KABUPATEN BEKASI, GOWATALLO NEWS Desa Lambang Jaya menggelar pelatihan Kelompok Tani (Poktan). Dalam rangka penertiban administrasi/ pembukuan pada setiap Kelompok Tani (Poktan), di Aula Desa Lambang JayaKecamatan Tambun SelatanKabupaten Bekasi, pada (31/7/2026) pagi. 

Hadir dalam kegiatan tersebut Kades  Lambang Jaya, Kimlan Syahroni, Ketua BPD terpilih kembali, Darju Darmawan ST, Pendamping Desa, Agung, Perwakilan Dinas Pertanian Pemkab Bekasi, Endang beserta Jajaran, Ketua Poktan Desa Lambang Jaya beserta anggota, para Kepala Dusun (Kadus), Ketua Rw dan Rt se Desa Lambang Jaya. 
                  
Dalam penyampaiannya Kades Lambang Jaya meñyampaikan. 

"Jadi intinya di Desa Lambang Jaya Pertanian itu manfaatnya Kaleng-kaleng kosong untuk misalnya kita tanem sari atau sawi di Kampung,terkadang orang Lambang Jaya mah ora luguh ngapain begitu mending nibra. Jadi intinya gitu ya jangan jualnya yang penting dimanfaatin disaat kita nyari sampe ludes ge sedapur enak. Jadi tentang ke wilayahan Lambang Jaya itu dari 275 hektar karang barangkali yang sudah menjadi milik Grand Wisata itu hampir 175 h kurang lebih, sisanya ya Lambang Jaya tinggal seratus, " ujar  Kades.

Lanjutnya, " Jadi di wilayah Lambang Jaya itu ada 13 Rw di Klaster- klaster dan 6 Rw di Kampung-kampung. Jadi pengembangan Poktan itu sekarang ini ya memang sangat-sangat sulit.. Barangkali nanti dengan Nara Sumber  tehnis dan pemaparan tentang bertani, bercocok tani karena lahan sempit harus pake apa?, pupuknya apa?, sempretannya apa?.. kan gitu ya?." bebernya. 

Kades meminta agar para Kadus dan yang hadir dalam pelatihan ini agar mengikuti arahan dari Nara Sumber. Dan meminta agar Nara Sumber berikan kemudahan para hadirin untuk memahaminya. 
 
" Tentang pembudidayaan Desa Lambang Jaya yang proyek satu-satunya adalah Grand Wisata. Jadi Kota bukan, Kampung ge bukan, kalau kita masuk ke wilayah Lambang Jaya malu ude kayak Kota. Jadi ude ada Mall, kalau beli makanan uda rupa-rupa.. Sayamah udah ora ngarti dah.. nahbegitu masuk ke Kampung ya masih banyak meninjo ," tambahnya. 

Ia berharap dengan hadirnya Nara Sumber dari Dinas Pertanian Pemkab Bekasi beserta jajarannya dapat memberikan penambahan ilmu bagi para peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut. 

Kerjasama UPTD Dengan Bumdes Dinanti

Sesi berikutnya muncul beberapa pertanyaan dari Ketua BPD terpilih kembali terkait tentang hewan ternak unggas.
"Ada beberapa masalah, yang pertama terkait kesehatan ayam, tiba-tiba mati, tau-tau meler apa penyebabnya dan penanggulangannya seperti apa? , " tanya Ketua BPD Lambang Jaya. 

Lanjutnya, " Yang kedua Pakan, disini harga Pakan meningkat dan harga jual telur merosot, nah ini lama-lama bangkrut, secara produksi sufah enggak nyambung, ini dari ternak ayam, " tutur Darju.

Selain hewan unggas Ketua BPD juga menanyajan mengenai cara penanggulangan ternak ikan yang berjamur terutama pada ikan gurame. 
Ia juga berharap agar Tim Nara Sumber dapat bekerjasama dengan Bumdes terkait Pertanian, Peternakan dan lainnya. 

" Terkait kedepannya bisa tidak bekerjasama dengan Bumdes. Jadi kita kan punya ayàm bertelur hanya pekerjanya semua masih tahap belajar bukan senior. Kalau orang belajarkan kesalahannya banyak , "katanya.

" Saya selaku BPD Lambang Jaya berharap kepada UPTD Dinas terkait yang menangani masalah Pertanian, Peternakan dan Perikanan mohon dapat memberikan bantuannya, "pungkas Ketua BPD Lambang Jaya, Darju Darmawan ST. 

Acara di lanjutkan dengan sesi perkenalan Ketua Team dari Dinas terkait, Ibu Endang yang memperkenalkan anggotanya yang terdiri dari berbagai bidang baik Pertanian, Peternakan dan Perikanan. Dimana selanjutnya pra Nara Sumber memberikan pemaparan dan pelatihan serta edukasi kepada pata hadirin yang hadir dalam kegiatan tersebut. Acara berjalan cukup kondusif  yang diakhiri dengan sesi interaksi dengan para Nara Sumber. 




Rabu, 29 Juli 2026

Tunjukan Kinerja Profesional, Tim Panitia Pilkades Satria Jaya Gelar Pendaftaran Bacakades Berjalan Tertib Dan Kondusif


KABUPATEN BEKASI, GOWATALLO NEWS - Panitia Pilkades Satriajaya menggelar pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa ( Bacalon Kades) Desa Satria Jaya Periode 2026-2034 di Lobi Kantor BPD Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (29/6/7/2026).

Dihari pertama pendaftaran dari jadwal yang ditentukan pendaftaran mulai 28 Juli Sampai Dengan 5 Agustus tersebut, dua kandidat Bacalon Kades mendaftarkan kesiapannya untuk mengikuti kontestasi di hari yang sama dengan waktu berbeda.

Untuk kandidat pertama mendaftar Cakades Nyampe Jamaluddin Spd dari Dusun II dengan jadwal pendaftaran dimulai pukul 8:00 WIB yang hadir berikut para pendukungnya. Sedangkan jadwal pendaftar berikutnya pada pukul 11:00 WIB adalah Cakades, Tata dari Dusun 1juga berikut para pendukungnya.

Acara berjalan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama yang dilanjutkan dengan penyampaian dari Ketua Panitia uang diwakili oleh Wakil Ketua Panitia Iwanuddin SH yang lebih menekankan pada aspek kondusifitas serta kelancaran didalam pemenuhan tahapan-tahapan kegiatan tersebut.

"Saya berharap kepada para pendukung kandidat agar lebih mengutamakan keamanan dan ketertiban agar kondusifitas kegiatan tetap terjaga, " ujar Iwanuddin SH.

Seirama dengan Wakil Ketua Panitia, Perwakilan Kecamatan Tambun Utara, Subadri juga berharap agar kegiatan tersebut berjalan dengan kondusif.

Sedangkan Ketua Panitia menyampaikan tentang Tata -Tertib (Tatib) dalam proses berkampanye termasuk teknis maupun sangsi tegas bagi para Kandidat maupun pendukung Kandidat yang melakukan pelanggaran.

Sementara Ketua BPD Desa Satria Jaya lebih menekankan pada aspek kesiapan keadministrasian dari para Bacalon Kades Satria Jaya agar tertib administrasi.

"Mengenai keadministrasian kita lebih fokus pada ijazah para peserta dalam meverifikasi. Mengingat persoalan tersebut yang lebih krusial dari persyaratan lainnya, " ungkap H MS Kamaluddin.S.AP. M.Si.

Acara berjalan lancar, aman dan terkendali. Para team panitia Pilkades Satria Jaya bekerja secara profesional dengan mengedepankan kondusifitas dalam kegiatan tersebut.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Tamara yang diwakili Sekcam, perwakilan Desa Satria Jaya beserta jajaran, Ketua Panitia beserta team, Ketua BPD anggota, Babinkamtibmas, Babinsa, Para Bacalon Kades beserta para pendukung dan simpàtisan.



Kamis, 21 Mei 2026

Desa Tridayasakti Menggelar Pemilihan BPD Perwakilan Perempuan, Kades Dan Panitia : Siapa Terpilih Harus Amanah!


KABUPATEN BEKASI, GOWATALLO NEWS -Desa Tridaya Sakti mengadakan kegiatan pemilihan calon anggota BPD untuk keterwakilan perempuan dengan kandidat sebanyak Dua orang calon Ety Astuti dengan nomor urut Satu dan Sudarti bernomor urut Dua di aula Desa Tridaya Sakti , Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/5/2026).

Kegiatan berjalan lancar yang dihadiri oleh Kepala Desa Tridaya Sakti beserta jajarannya, Babinsa, Bimaspol, Ketua Panitia beserta anggota, dua kandidat beserta saksi-saksi dan pendukung serta Ketua RW dan RT se Desa Tridaya Sakti.
Dalam keterangannya Ketua Panitia kegiatan mengatakan bahwa, "Alhamdulilah sih lancar-lancar aja , apalagi ibu-ibu mah pagi-pagi juga udah pada kumpul disini, " ujar Endang Supriatna (21/5/2026).

Menurutnya, panitia berkomitmen menjalankan seluruh tahapan pemilihan sesuai aturan yang berlaku demi menciptakan proses demokrasi yang jujur dan adil di tingkat Desa.

“Kami sebagai panitia tentunya ingin memastikan bahwa proses pemilihan anggota BPD perwakilan perempuan ini berjalan transparan dan profesional. Semua calon memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam mengikuti tahapan pemilihan,” bebernya.

Dirinya juga mengajak seluruh calon anggota BPD untuk menjaga situasi tetap kondusif serta mengedepankan persaudaraan selama proses pemilihan berlangsung. Ia berharap momentum pemilihan BPD tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

“Kami mengimbau kepada seluruh calon maupun para pendukung agar tetap menjaga kekompakan dan persatuan masyarakat Desa Tridaya Sakti. Jangan sampai karena perbedaan pilihan justru menimbulkan gesekan di lingkungan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa, anggota BPD nantinya memiliki peran penting sebagai mitra Pemerintah Desa dalam menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat serta mengawal pembangunan Desa.

"Siapa pun yang nantinya terpilih, kami berharap bisa amanah dan benar-benar bekerja untuk masyarakat. BPD memiliki fungsi yang sangat penting dalam Pembangunan Desa dan pengawasan jalannya Pemerintahan Desa,” tandas Ketua Panitia, Endang Supriatna.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Desa Tridaya Sakti mengatakan bahwa, keterwakilan perempuan dalam pemilihan anggota BPD merupakan bentuk Demokrasi murni dalam berpolitik.

"Kalau saya liat pemelihan DPD keterwakilan perempuan ini sangat demokrasi, karena semua calon juga sudah memahami juklak -uklik nya dari Bupati dalam pemilihan keterwakilan perempuan, " ucap Suwardi Wada SH (21/5) disela acara berlangsung. 

Lanjutnya, "Dalam pemilihan ini sudah sesuai dengan apa yang ada sehingga bisa terselenggara dengan baik. Karena dalam pencalonan nya kita sudah adakan ke setiap RW, jadi melalui RW lah untuk para calon-calon DPD yang mendaftarkan diri sebagai calon DPD yang ada dilingkungan wilayah Desa Tridayaya Sakti, " imbuhnya.

Kepala Desa Tridaya Sakti berharap siapapun nanti yang terpilih, mereka wajib dapat memberikan sumbangsih untuk kemajuan Desa. 
 
"Saya berharap Calon BPD yang terpilih bisa memajukan Desa agar lebih baik lagi, karena BPD adalah Mitra Pemerintahan Desa, oleh karena itu BPD harus bisa membangun Desa untuk kedepannya agar lebih baik lagi," Pungkas Kades Tridaya Sakti, Suwardi Wada SH.

Berdasarkan pantauan Awak Media di lokasi kegiatan bahwa, hasil dari Pemilihan Keterwakilan Perempuan dari jumlah suara keseluruhan 64 di menangkan oleh Sudarti dengan jumlah suara 33, sementara pihak yang kalah berjumlah 31 suara untuk Ety Astuti.


(Jlambretta) GTN


Selasa, 12 Mei 2026

Kolaborasi TP PKK Pusat Dan Daerah, Staf Ahli PKK Yane Ardian Pantau Intervensi Imunisasi Zero Dose di Lampung


BANDAR LAMPUNG, GOWATALLO NEWS – Staf Ahli Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat Yane Ardian Bima Arya melakukan pemantauan mobilisasi dan monitoring intervensi imunisasi zero dose di Provinsi Lampung. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi TP PKK Pusat dan TP PKK daerah dalam menangani anak zero dose, yakni anak yang belum pernah menerima satu pun dosis imunisasi dasar rutin.(12/5/2026).

Dalam kunjungannya, Yane mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Lampung bersama TP PKK setempat yang menargetkan capaian intervensi hingga 100 persen dalam waktu satu setengah bulan.

“Saya cukup bahagia ketika mendengar begitu komitmen Ibu Gubernur beserta dengan rekan-rekan yang dalam waktu satu setengah bulan targetnya 100 persen. Bismillah ya aman ya, bisa, insyaallah kita doain. Tapi sudah mencapai di atas 90 saja, 90 persen itu sudah sangat luar biasa,” katanya saat memberikan sambutan pada Acara Ramah Tamah Agenda Kunjungan PKK di Provinsi Lampung, di Rumah Dinas Gubernur Mahan Agung, Senin (11/5/2026).

Yane menjelaskan, kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan monitoring dan evaluasi program zero dose agar tidak ada lagi anak yang belum memperoleh imunisasi. Dalam pelaksanaannya, Kementerian Kesehatan menggandeng TP PKK untuk turun langsung ke masyarakat, khususnya di wilayah dengan angka zero dose yang masih tinggi, guna memberikan intervensi dan edukasi kepada masyarakat.

Menurutnya, peran TP PKK sangat penting dalam mendukung upaya pemerintah menekan berbagai persoalan sosial, termasuk peningkatan kesehatan anak. Hal itu didukung oleh keberadaan kader TP PKK yang aktif hingga tingkat akar rumput.

“Nah, inilah peran PKK yang sangat strategis dengan 10 program pokoknya yang bisa membantu pemerintah untuk menurunkan angka-angka fenomena sosial tersebut. Saya sangat mengapresiasi ketua Tim Penggerak PKK di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kader-kader TP PKK yang militan menjadi kekuatan penting dalam mendukung berbagai program pemerintah. Karena itu, pembinaan dan edukasi perlu terus dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat provinsi hingga dasawisma agar intervensi yang dilakukan dapat menjangkau masyarakat secara luas.

“Dengan kita turun ke Provinsi Lampung, nanti dari provinsi melakukan edukasi terus ke kota, kabupaten, lalu ke kecamatan, kelurahannya, sampai ke dasawisma. Tujuan kita untuk meningkatkan derajat kesehatan,” tandasnya.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, Staf Ahli Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Pusat Marlina La Ode Ahmad, Ketua Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Pusat Safriati Safrizal, serta jajaran pengurus TP PKK Provinsi Lampung.


(Andi Bahtiar) GTN

Rabu, 06 Mei 2026

Talkshow di SMAN 9 Gowa, Ketum TP PKK Dorong Siswa Kembangkan Bakat Dan Potensi Diri Dengan Belajar Dan Membaca


GOWA, GOWATALLO NEWS – Ketua Umum (Ketum) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian mendorong para siswa di SMAN 9 Gowa untuk terus mengembangkan bakat dan potensi diri. Ia juga mendorong siswa agar memanfaatkan waktu secara bijak, seperti dengan membaca, belajar, dan menambah pengetahuan.(6/5/2026).

“Kalian membaca, itu adalah salah satu [usaha] menginvestasikan diri kalian dengan ilmu pengetahuan. Kalau memang membaca tidak cukup, ambil juga misalnya kursus dan lain-lain. Pokoknya jangan berhenti kalian menambah skill kalian,” katanya pada Kegiatan Talkshow, Fun Learning, Parenting, Keterampilan, dan Lingkungan Sekolah di SMAN 9 Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (5/5/2026).

Ia menekankan bahwa proses belajar tidak terbatas pada pelajaran di sekolah, tetapi juga mencakup pengembangan keterampilan lain, termasuk penguasaan bahasa asing. Menurutnya, kemampuan berbahasa, khususnya bahasa Inggris, menjadi penting di tengah dunia yang semakin tanpa batas.

“Walaupun kita bukan orang berbahasa Inggris, tapi paling tidak kita mengerti. Atau kalau mau hebat lagi ditambah satu bahasa lagi. Ini sebetulnya untuk membuka kalian berkomunikasi dengan banyak kalangan,” ujarnya.

Selain itu, Tri mengingatkan pentingnya memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijak. Ia mendorong para siswa untuk menggunakan perangkat digital sebagai sarana belajar dan pengembangan diri, bukan sekadar hiburan.

“Nah, kalian dengan dunia yang baru sekarang, fasilitas sangat luar biasa. Tidak hanya gim, banyak kursus. Kemudian juga dengan gadget kalian. Kalian harus memanfaatkan paling tidak satu hari kalian minimal berapa menit untuk belajar,” tuturnya.

Tri juga menggarisbawahi pentingnya perencanaan dalam meraih cita-cita. Ia mengajak siswa untuk mulai menyusun langkah-langkah konkret, setidaknya dalam jangka pendek, guna mencapai tujuan yang diinginkan. Menurutnya, perubahan cita-cita di usia sekolah merupakan hal yang wajar. Namun, yang terpenting adalah kesiapan diri dan kesungguhan dalam berusaha mencapai tujuan tersebut.

“Kalian bisa rencanakan apa yang harus dilakukan. Yang pasti, jangan berhenti belajar. Belajar itu tidak hanya bagian Matematika, Fisika, Biologi dan lain-lain. Banyak hal yang bisa dipelajari secara formal di sekolah maupun di luar sekolah,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh penampilan fisik, tetapi juga oleh kualitas diri, seperti kecerdasan, sikap, dan kepribadian. Menurutnya, kecantikan fisik saja tidak cukup, tetapi juga perlu diimbangi dengan kecantikan yang lebih hakiki dan bertahan lama, seperti memiliki kecerdasan, karakter, dan moralitas yang baik.

“Tidak hanya cantik di luar, tapi juga cantik intelektual. Jadi tidak hanya mengandalkan cantik di luar, tapi untuk mendapatkan penghargaan dari orang lain,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Tri juga memotivasi para siswa untuk tidak bergantung pada orang lain dalam mengembangkan diri, serta terus meningkatkan literasi, keterampilan, dan kepercayaan diri. Ia meminta para siswa memanfaatkan peluang di era digital untuk belajar dan berkembang.

“Untuk memajukan diri kalian sendiri, jangan sampai sangat tergantung kepada sikap orang lain kepada kalian. Kalian harus memiliki kebebasan yang mempercayai diri dengan kemampuan kalian,” tandasnya.


(Andi) GTN

Minggu, 26 April 2026

Teror Dan Ancaman Bermodus Tagihan Hutang Tanpa Kejelasan, Atas Laporan Korban Para Pelaku Diburu Polisi Tambun


KABUPATEN BEKASI, GOWATALLO NEWS - Marak berbagai bentuk teror bermoduskan pinjaman online tanpa keterangan jelas merebak di wilayah Kabupaten Bekasi. Dari sejumlah korban yang melapor ke Kepolisian diantaranya menimpa korban salah satu karyawan perusahaan swasta berinisial JB (Warga Tambun Utara- Red) yang merasa tidak ada kaitannya namun mendapatkan teror berupa ancaman keras penghilangan nyawa sehingga membuat meresahkan dirinya untuk segera melakukan pelaporan pada Kepolisian di Polsek Tambun, Minggu (26/04/2026).

Dikatakan bahwa, teror tersebut bukan hanya kepada dirinya sendiri namun telah meranjah kepada para kolega dan Mitra kerja di kantornya. Dimana yang menjadi permasalahan adalah tanpa ada keterangan dari pihak peneror yang mengaku dari pinjaman online namun tidak mau memberikan keterangan jelas dari Pinjaman Online mana. Sehingga dinilai sangat mengganggu aktivitas kerja dirinya.

Terkait akan hal itu pihak korbanpun melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tambun dengan Nomor LP: STTLAPDUAN/188/IV/ 2026/SEK TBN SELATAN RESTRO BEKASI. Dalam pelaporan kronologi kejadiannya JB mengutarakan bahwa, peristiwa tersebut terjadi pada Jum'at 03 April 2026, pukul 10:00 WIB di Tambun Selatan. Dengan menerima Telepon dan pesan dari OTK (Orang Tak Dikenal) melakukan penagihan hutang yang tak berdasar disertai ancaman.

“Saat peneror menelpon sudah direspon, namun tidak ada suara dan ketika di tanyakan darimana dan ada apa...penellpon tidak menjawab dan hal itu terjadi berulang-ulang. Tapi tidak ada kejelasan!,” ujar JB kepada Awak Media (26/4) dengan nada tinggi di Polsek Tambun.

Dalam pesan Whatsapp maupun SMS, sang peneror menuliskan penagihan hutang disertai dengan ancaman penyebarluasan data maupun penghilangan nyawa.Adapun beberapa nomor telepon para peneror ; 085738293410 a/n Dika, 085738293460 a/n Rafael, 085147638913 a/n Gfyffutt, 085782187908 Tanpa Nama.

"Penelepon menyebutkan bahwa saya harus membayar hutangnya tanpa menyebutkan hutang apa, berapa dan dengan siapa?. Dan mereka melakukan pengancaman dengan sebar luaskan data pribadi sampai dengan ancaman dijalan dan hati-hati dengan nyawa anda," bebernya.

Teror bekerja tidak hanya sampai disitu namun teror juga telah merambah pada kolega dan Mitra di tempat korban bekerja. Dan bahkan menyebutkan rincian nama keluarga kolega dan Mitra dalam pesan Whatsapp Massage. Sehingga Kolega maupun Mitra kerja menjadi terganggu dan siap untuk dijadikan saksi bila di perlukan.

"Bahkan terornya sudah masuk ke teman-teman kantor saya yang tidak ada kaitan dengan masalah tersebut serta membawa data keluarga kolega dan Mitra masing-masing. Tapi mereka tau masing-masing dan mereka siap untuk di jadikan saksi bila diperlukan pihak Kepolisian. Makanya saya lapor ke Kepolisian agar bisa ditindak lanjuti dengan tegas," tuturnya.

Tentang teror yang menimpa dirinya, JB berharap pihak Kepolisian dapat secara profesional menindaklanjuti aksi teror tersebut dengan segera menangkap para pelaku teror serta memberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya serta agar dapat memberikan efek jera bagi para peneror tersebut.

"Saya berharap Kepolisian segera menangkap para pelaku teror tersebut dan mendapat hanjaran hukuman. Agar ada efek jera pada para pelaku teror. Dan saya percaya Polisi Indonesia Profesional dalam menangani berbagai persoalan di tengah masyarakat, pasti di tindak lanjuti," tutupnya.

Diketahui bahwa aksi teror, pengancaman, atau menakut-nakuti melalui telepon, WhatsApp (WA), atau media sosial lainnya dapat dikenakan sanksi pidana serius di Indonesia. Pelaku bisa dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Sangsi Tegas Bagi Para Peneror

Berikut rincian sanksi hukumnya:

1. UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik). Ancaman melalui WhatsApp, chat, atau media sosial yang bertujuan menakut-nakuti secara pribadi diatur dalam:

-Pasal 29 jo. Pasal 45B UU 19/2016 (UU ITE): Pelaku dapat dipidana penjara maksimal 4 tahun dan/atau denda maksimal Rp750 juta.

-UU 1/2024 (Revisi Kedua UU ITE): mengatur hal yang sama, di mana pengiriman dokumen/informasi elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti secara langsung ke korban adalah tindak pidana.

2. KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana). Jika teror merupakan ancaman kekerasan secara umum:

-Pasal 335 KUHP: mengatur tentang perbuatan yang tidak menyenangkan atau memaksa secara melawan hukum, dengan ancaman pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda Rp 4,5 juta.

-Pasal 336 KUHP: mengatur ancaman dengan kekerasan atau ketakutan yang menyerang kehormatan/kemerdekaan seseorang, dengan ancaman pidana paling lama 2 tahun 8 bulan.

Sementara pihak Kepolisian (Polsek Tambun) siap untuk menindaklanjuti pelaporan tersebut sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsinya (TUPOKSI) dan menghimbau kepada masyarakat luas agar berhati-hati didalam menggunakan data pribadi serta bijak dalam bermedsos.



(Iwan Joggie) GTN


Selasa, 14 April 2026

Dalam Intaian Sangsi Tegas SMPN 05 Tamsel Dinilai Tak Suka Kebersihan, Kepsek Jarang Ngator Jadi Sorotan Media

KABUPATEN BEKASI, GOWATALLO NEWSSMPN 5 Tambun Selatan yang berlokasi di Jalan Griya Asri 2, Desa Sumber JayaKecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi disinyalir tidak menerapkan K3 secara optimal sehingga terlihat kumuh dan tidak sedap di pandang mata, hal tersebut didapati saat Awak Media berkunjung ke sekolah tersebut, pada Selasa (14/04/2026).

Namun sayangnya saat disambangi Kepala Sekolah tidak ada di sekolah, kendati kerap kali di kunjungi, Kepala Sekolah Dra.Nunuk Purwatiningsih maupun Humas Sekolah selalu tidak ada di kantor dengan berbagai dalih pesan yang di titipkan pada penjaga Sekolah.

"Kepala Sekolah tidak ke sekolah mungkin langsung ke Dinas Pendidikan dan humas tidak ada di tempat sedang MGMP," kata Erick Keamanan Sekolah saat dikonfirmasi.

Hal tersebut di alami pula oleh orang tua murid yang bermaksud menemui Kepala Sekolah SMPN 05 Tambun Selatan namun kesia-siaan yang didapati.

"Iya, kami juga seperti itu..ada keperluan dengan Kepala Sekolah. Sudah dia kali datang tapi selalu tidak ada...capek bolak-baliknya," ujar Orang Tua Murid yang tidak berrsedia disebutkan namanya.

Dalam pantauan Awak Media di sekeliling area Sekolah, nampak sampah menumpuk di pojok-pojiok dan di belakang luar ruang kelas, yang terlihat kumuh dan kotor serta terkesan tak terurus. 

Sehingga menimbulkan pandangan peñgunjung bahwa, "Sekolah SMPN 05 Tambun Selatan Tidak Suka Akan Kebersihan".

Tim Awak Media  berupaya untuk terus mengkonfirmasi pihak Sekolah guna mendapatkan penjelasan dan keterangan langsung baik dari Kepala Sekolah maupun Humas Sekolah yang diketahui selalu tidak ada di kantor.

Terkait akan hal itu Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan LSM Lembaga Pemeriksa Keuangan Negara (LPKN) angkat bicara.

"Pihak Kepala Sekolah berkewajiban melakukan penerapan K3 Bagi Sekolahnya," ujar Juliantika Puspita 15/4) saat diminta tanggapannya oleh Tim Awak Media di Kantornya.

Kewajiban sekolah menerapkan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) adalah menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan sehat bagi warga sekolah.

"Hal ini mencakup penyediaan fasilitas aman, pelatihan, sosialisasi peraturan, serta perlindungan fisik dan mental agar terhindar dari kecelakaan atau penyakit akibat aktivitas sekolah," katanya.

Mengenai bentuk kewajiban Sekolah dalam K3, Ia juga menjelaskan bahwa, "Penyediaan Sarana Keamanan: Menyediakan fasilitas yang aman, seperti alat pemadam api (APAR), jalur evakuasi yang jelas, sarana P3K, serta bangunan yang laik fungsi," jelasnya.

Terkait Peraturan dan Budaya K3 serta Sosialisasi dan Edukasi diterangkan juga dalam penaparannya.

"Membuat peraturan tertulis seperti kebijakan larangan merokok, poster K3, penerapan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), dan pelaksanaan jumat bersih," terangnya.

Lanjutnya, "Memberikan edukasi terkait K3 kepada siswa, staf, dan guru untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya di lingkungan sekolah."

Sementara tentang Pengawasan dan Pelatihan. Kepala sekolah bertanggung jawab penuh atas kebijakan K3 dan P3K, termasuk mengadakan pelatihan bagi staf, sebagaimana dijelaskan dalam panduan Penerapan Program K3 di Lingkungan Sekolah.

"Dengan menerapkan K3 secara konsisten, sekolah berkontribusi dalam menjaga kesehatan fisik dan mental seluruh warga sekolah, " terang Juliantika.

Sangsi Tegas Maupun Administratif Bagi Sekolah Tak Terapkan K3

Sanksi bagi sekolah yang tidak menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) mencakup denda administrasi hingga Rp 15 juta, sanksi hukum pidana (kurungan 1 tahun), dan pencabutan izin operasional, terutama jika terjadi kecelakaan berat.

"Pelanggaran K3 juga berdampak pada penurunan reputasi sekolah, gangguan proses belajar-mengajar, serta tanggung jawab hukum perdata," ungkap Puspita.

Berikut rincian sanksi tidak menerapkan K3 di lingkungan sekolah:

Sanksi Administratif:

Peringatan tertulis, pembatasan kegiatan usaha/sekolah, hingga pembekuan atau pencabutan izin operasional sekolah.

Sanksi Pidana: 

Berdasarkan UU Keselamatan Kerja, pelanggaran dapat dikenakan hukuman kurungan maksimal 1 tahun atau denda setinggi-tingginya Rp15.000.000 (lima belas juta rupiah).

Tanggung Jawab Perdata:

Jika kelalaian menyebabkan cedera atau kematian pada siswa/tenaga pendidik, pihak sekolah dapat dituntut ganti rugi secara perdata.

Sanksi Sosial/Reputasi:

Penurunan kepercayaan masyarakat, citra sekolah menjadi buruk, dan berkurangnya minat calon siswa untuk mendaftar.

Penerapan K3 di Sekolah

Penerapan K3 di sekolah (terutama di bengkel kerja/laboratorium SMK) wajib dipatuhi untuk menghindari bahaya.

"Pihak sekolah, khususnya kepala sekolah dan instruktur/guru, bertanggung jawab atas keselamatan," tegas Puspita.

"Pelanggaran sering kali berkaitan dengan kurangnya sarana pengaman, pelatihan K3, atau budaya disiplin," tambahnya.

Contoh Sanksi untuk Siswa/Staf

Faktor tindakan tidak aman oleh siswa juga bisa diberikan sanksi, seperti:

- Teguran lisan atau tertulis.
- Pengurangan nilai atau sanksi disiplin lainnya.
- Larangan mengikuti praktikum di lab/bengkel.

"Pastikan sekolah memiliki Sistem Manajemen K3 dan mematuhi peraturan yang berlaku agar terhindar dari sanksi hukum," pungkas Kepala Bidang Pendidikan dan Kebudayaan LSM LPKN, Juliantika Puspita.

(Iwan Joggie) GTN

Selasa, 07 April 2026

Pengawas Dinas Bekasi Kota Tak Bertindak Pada Proyek Jaling Langgar Aturan, Warga : Orang Pemkot Bekasi Yang Kagak Bener!


KOTA BEKASI, GOWATALLO NEWS - Pekerjaan pengecoran jalan lingkungan di Jalan Pulau Sumbawa 7 Perumnas III, Rt 03/ Rw 10, Kelurahan Aren JayaBekasi Timur diduga sang pemborong proyek sangat berani terang-terangan langgar aturan didepan hidung dan moncong para Pengawas dari Dinas PUPR (Distaru) Kota Bekasi yang hadir di lokasi kegiatan, pada Selasa (07/04/2026). 

Pasalnya didalam melaksanakan kegiatan pengecoran tersebut tidak dilengkapi dengan Papan Proyek kegiatan dan para pekerjapun tak menggunakan APD saat bekerja di tambah dengan kualitas beton disinyalir tak sesuai dengan standar kualitas pengecoran jalan lingkungan.

"Plang pekerjaan kayaknya sih enggak ada..ini juga betonnya menurut saya encer, standarnya saya enggak tau, tapi kalau menurut orang umum sih encer. Kalau terlalu encer seperti ini kekuatannya ya tidak menjamin..biasanyakan ada mutu standarnya...ini terlalu encer dan plangnya juga memang tidak ada," ujar Harwanto warga setempat.

Ditanyakan bila pekerjaan melanggar aturan dengan tanpa Papan Proyek namun Pengawas lapangan dari Dinas terkait hadir namun tidak ada tindakan?

"Tidak wajarlah..ya salah itu berarti orang Pemdanya yang kaga bener. Harusnya pakai Plang..kalau enggak ada plangnya harusnya Pengawas Dinasnya bertindak. Jadi menurut saya Pengawas Pemkotnya tidak bekerja sesuai TUPOKSI nya...yang jelas itu orang Dinasnya pada kaga bener itu," tukas Harwanto.

Warga setempat lainnyapun berkomentar pedas terkait pekerjaan yang dinilainya melanggar aturan.

"Orang Dinasnya itu sih pak yang kerjanya cuman makan gaji buta. Tidak mau ambil tindakan..seharusnya langsung ditegur dong kalau memang melanggar aturan..jadi jangan diam aja," potong Sabar.

"Apalagi betonnya encer begini dan yang kerja gak pake atribut pengaman,ah..PUPR Bekasi Kota emang banyak kaga benernya,"sambung Nisin  warga setempat lainnya.

Sedangkan Ketua Rw 10 saat dikonfirmasi Awak media mengatakan," Pekerjaan ini dari Dinas, Plang pekerjaannya enggak ada, ini pengajuan dari kita, cuma kemaren sudah di ukur dari sini sisanya di bawa ke Rt 06...kalau plangnya ini memang tidak ada," kata Yasin.

Sementara Kordinator Pengawas Dinas saat ditanyakan terkait pekerjaan proyek pengecoran jalan tanpa di lengkapi dengan Papan Proyek?

"Sebenarnya tidak bisa dibenarkan..iyakan saya sudah ngomong sama dia supaya Papan Proyeknya di pasang...sayakan sudah wanti-wanti saat bekerja Papan Proyeknya harus sudah ada. Paling pokok utama itu Papan Proyek...kalau ketebalannya 10 cm..ini peningkatan," ungkap Sahwali.

Diketahui Sahwali datang bersama empat pengawas lainnya, Usman dan lainnya. namun terlihat tidak ada tindakan sama sekali yang dilakukan para Pengawas Distaru sesuai dengan Tugas dan Fungsinya (TUPOKSI). Sementara pelaksana pekerjaan dan konsultan tidak nampak batang hidungnya di lokasi, diduga mereka lari sembunyi dari kejaran wartawan. Sehingga Awak Media tidak mendapatkan keterangan jelas dari Konsultan yang sudah dibayar mahal oleh negara dan pelaksana proyek yang tidak mau ketahuan belangnya dalam melakukan tindakan korupsi.


(Joggie) GTN

Sabtu, 07 Februari 2026

Perjudian 'Gelper Jon Ketek' Merebak di Lancang Kuning', AKJII : Dimana APH?

PEKANBARUGOWA TALLO NEWS - Di balik kota yang di juluki "Lancang Kuning" ini, hiruk-pikuk hiburan tersebar dimana mana, ada realitas mencengangkan yang luput dari perhatian publik dan seolah luput pula dari pantauan Aparat Penegak Hukum (APH). Diantaranya adalah geliat Gelanggang Permainan (Gelper) yang menjelma menjadi arena perjudian terselubung.(07/02/2026).

Hasil investigasi Tim Aliansi Kajian Jurnalistik Indenpenden Indonesia (AKJII ) di lapangan mengungkap bahwa sejumlah lokasi gelper di jalan Riau Pekanbaru khususnya milik "Jon Ketek", yang tak hanya menyuguhkan hiburan semata, melainkan juga telah menjelma menjadi tempat berlangsungnya praktik perjudian yang terang terangan tanpa tersentuh hukum terus berjalan lancar tampa hambatan.

"Di lokasi-lokasi ini, perputaran uang tidak dilakukan secara terang-terangan. Namun, melalui sistem tukar-menukar koin, hadiah yang dapat dikonversi kembali menjadi uang tunai, permainan berjalan nyaris tanpa henti. Transaksi dilakukan senyap, tanpa intimidasi, dan yang paling mencolok tanpa gangguan dari aparat penegak hukum" ungkap Tim Investigasi AKJII.

"Tempat-tempat semacam ini mudah ditemui di kota Lancang Kuning ini ,seperti di jalan Riau milik "Jon Ketek". Izin usaha sering kali tidak tampak jelas, bahkan sebagian besar tidak terpampang. Pengawasan terhadap usia pengunjung pun hampir nihil, sehingga membuka peluang bagi remaja untuk turut terlibat dalam praktik yang mencederai moral bangsa," tutur Tim Investigasi AKJII Riau.

"Lebih ironis lagi, operasional gelper-gelper ini berlangsung sepanjang hari. Sepertinya tidak ada batas waktu dan tidak ada hari libur. Jika ini disebut hiburan, maka bentuk hiburan itu telah menjauh dari norma, etika, dan hukum yang berlaku," sambung mereka.

Tak sedikit masyarakat yang terkejut ketika mendapati bahwa beberapa gelper yang sempat disegel sebelumnya kini justru kembali buka lebih terang-terangan, lebih berani.

"Seolah-olah penutupan hanyalah formalitas. Setelah badai kecil reda, semua kembali seperti semula seolah tak ada efek jera dan tak ada pengawasan berkelanjutan. Namun yang tersisa hanyalah sejumlah pertanyaan besar bermunculan, Dimana para Aparat Penegak Hukum Berada? .Dilokasi mana system Penegakkan Hukum berlaku?.Apakah Aparat Penegak Hukum sudah menjalankan kinerjanya sesuai dengan Tupoksinya?," tutur Tim Investigasi AKJII.

Dugaan publik soal adanya beking kuat di belakang bisnis ini pun mulai menyeruak. Nama-nama besar disebut-sebut terlibat, termasuk adanya dugaan keterlibatan sejumlah oknum. Skema tersebut disinyalir bukan lagi pengusaha kelas teri, tapi jaringan rapi kelas kakap yang nyaris tak tersentuh hukum.

Sementara itu, Aparat Penegak Hukum di tingkat lokal terlihat lebih sibuk menjaga suasana “Hari Tenang”, ketimbang melakukan penegakkan aturan. 
"Tak ada razia berarti yang dilakukan dan tak ada penertiban berkelanjutan. Bahkan, tak ada penjelasan terbuka kepada masyarakat," ungkap Tim.

Ketika publik mulai bertanya, dimana jawaban yang di lontarkan selalu bersifat mengambang. Ketika masalah mencuat, yang muncul justru pembiaran.

"Situasi ini menciptakan ironi besar, terutama ketika Pemerintah Pusat sedang gencar menertibkan berbagai hal yang bersifat ilegal," tukas Tim Investigasi AKJII.

Komitmen Presiden Prabowo dalam upaya memberantas Tindak Pidana Korupsi, Perjudan, Ilegal loging,Tambang Tak Berizin dan lainnya yang Notabene merugikan Negara serta merusak mental rakyat kerap di gaungkan dengan menyuarakan semangat untuk membangun manusia unggul, memperkuat karakter bangsa, dan menegakkan hukum sebagai panglima.

Dimana hal tersebut telah diatur dalam  Pasal 426 KUHP Baru (UU No. 1 Tahun 2023) mengatur Tentang Tindak Pidana Perjudian oleh Bandar/Pengelola, yang mengancam," Siapa saja yang menawarkan, menyediakan, mengelola, atau menjadikan judi sebagai mata pencaharian dengan penjara hingga 9 tahun atau denda maksimal Rp2 miliar."katanya.

"Tapi di Pekanbaru,masyarakat dibiarkan tumbuh dekat dengan praktik perjudian. Jika hukum hanya berlaku untuk mereka yang lemah, maka tak ada lagi yang bisa diandalkan dari keadilan. Jika tindakan hanya dilakukan ketika sorotan publik membesar, maka yang sedang dijalankan bukanlah penegakan hukum, tapi sandiwara hukum," tandas AKJII.


(Tim AKJII - Riau) GTN


POSTINGAN UNGGULAN

Dinilai Hanya Bisa Plagiat Dan Copy Paste Berita Tanpa Izin, APJI : sergapreborn.id Kategori Media Kelas Kacang Garing

JAKARTA , GOWATALLO NEWS - Tak terima dengan prilaku media  sergapreborn.id  yang dinilai telah melakukan Plagiat (Plagiarisme) Copy paste ...